Tampilkan postingan dengan label Bisnis dan Kewirausahawan Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis dan Kewirausahawan Syariah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 April 2018
Selasa, 23 Juni 2015
2 bekal pengusaha sukses.
Oleh: Jaharuddin*
Beberapa hari ini saya diskusi dengan mahasiswa tentang entrepreneurship, juga bertemu dan diskusi dengan komunitas pengusaha. Dari diskusi tersebut saya mengambil pelajaran, ada 2 bekal pengusaha yang saling menopang, yaitu:
1. Bekal fundamental.
Ini merupakan bekal utama bagi pengusaha, yaitu me re fresh keyakinan bahwa rizki itu adalah dari Allah SWT. Karenanya yg dilakukan adalah berusaha maksimal untuk memantaskan diri bahwa, sudah saatnya dicurahkan limpahan rezeki yang melimpah melalui usahanya. Yakinilah bahwa Allah tidak akan salah memberikan rezeki pada tempat dan saat yg tepat.
Maka tugas kita adalah mendekatkan diri dengan panduan Allah SWT. Berbentuk selalu memperbaiki kuantitas dan kualitas ibadah kita. Tuntaskan yang wajib tambah sunnah dan ibadah unggulan lainnya.
Rutinkan sholat diawal waktu berjamaah, tingkatkan kualitas hubungan dengan ayah dan bunda, dhuha, taubat, qiyamulail, membaca Al-Quran, dzikir pagi dan sore, shilaturahim, dll.
Di kuliah Islamic entrepreneurship yang saya ampu, diawal perkuliahan saya sampaikan makna tauhidullah sebagai fondasi pengusaha muslim. Sehingga calon pengusaha muslim menjadikan tauhidullah sbg fondasi membangun usaha.
Lantas kalau ada case, pengusaha kaya raya namun masih bergelimang maksiat, sepertinya usahanya tetap aja maju, ini bukti rahmannya Allah robb semesta alam, dia memberikan rezeki kepada semua makhluknya, termasuk binatang jelata sekalipun. Ini juga memperkuat keyakinan bahwa Allah SWT pasti menolong hambanya yg berikhtiar baik dan benar di jalan-Nya.
Ketika bertemu pengusaha sukses, belajarlah darinya bekal spritual yg rutin dan konsisten dilakukan, lantas tiru dan modifikasi sesuai kebutuhan kita. Semisal ada pengusaha yang mentargetkan 10% omzetnya untuk sedekah, adapula pengusaha mempunyai target sedekah Rp. 1jt perhari, bisa pula target zakat, ada pula pengusaha yang mensedekahkan seluruh omzet hari kamisnya pada hari berikutnya yaitu hari Jum'at berkah, dll.
2. Bekal Teknikal.
Bekal teknikal adalah bekal selanjutnya yg melengkapi bekal fundamental. Bentuknya adalah pengetahuan yg benar dan dalam seputar teknik meng create produk yg unik, teknik menjual, teknik promosi, teknik negosiasi, teknik marketing, keuangan, manajemen, dll.
Seringkali sebagian kita fokus dibekal teknikal ini, tidak salah, namun kurang sempurna jika tidak dialaskan bekal fundamental. Karena kita belajar pemasaran, teori promosi, mencari tempat strategis, membuat produk dan harga yg tepat. Pada akhirnya faktor apa sesungguhnya yg menuntun kaki, mata, kehendak, hati pelanggan kita untuk sampai ke tempat dan produk kita, dan mengeksekusi produk kita yg digunakan. Bagi kita yg beriman sadarilah bahwa ada campur tangan Allah SWT dalam itu semua.
Jadi belajar teknikal sebaik mungkin adalah baik, namun yakinlah ada campur tangan Allah dalam setiap keputusan pelanggan kita.
Selanjutnya istiqomah (persisten) menjalankan usaha, jika jatuh bangun lagi......jatuh bangun lagi....sampai sukses di gengaman kita. Aamiin.
Semoga bermanfaat.
*staf pengajar Ekonomi Islam FE UMJ, Founder STIE Bisnis Indonesia (STIE BI) Ciputat, twitter @stiebiciputat
Rabu, 07 Januari 2015
Mindset Pengusaha sukses
Serial: Islamic Entrepreneurship
Oleh : Jaharuddin
Salah satu faktor penting yang menghantarkan kesuksesan adalah mindset (pola fikir). Mindset akan menjadi daya dorong internal yang tak tertandingi dalam mempengaruhi perasaan dengan terminal tindakan spektakuler. Sebagai contoh sikap "you can, if you think you can" . Ketika mindset positif, maka perasaan, tindakan akan mendorong sifat positif, yang pada akhirnya impian positif anda akan terwujud, begitupula sebaliknya.
Kesuksesesan, adalah keniscayaan jika bersungguh-sungguh. Raba rasakanlah diri kita masing, masing sejauh mana mindset sukses sudah ada dalam genetik kita, karenanya memahami mindset pengusaha sukses menjadi penting, yang selalu harus ditumbuhkan pada setiap jiwa pengusaha. Mindset ini menjadi mendasar dalam mendorong kesuksesan, sama pentingnya dengan uang yang kebanyakan orang memahaminya sebagai modal utama.
Kesuksesesan, adalah keniscayaan jika bersungguh-sungguh. Raba rasakanlah diri kita masing, masing sejauh mana mindset sukses sudah ada dalam genetik kita, karenanya memahami mindset pengusaha sukses menjadi penting, yang selalu harus ditumbuhkan pada setiap jiwa pengusaha. Mindset ini menjadi mendasar dalam mendorong kesuksesan, sama pentingnya dengan uang yang kebanyakan orang memahaminya sebagai modal utama.
Saya mengatakan uang bukan faktor utama, uang hanya faktor pelengkap, karena dalam kenyataannya, uang bertebaran disekeliling kita, jika kita mempunyai mindset yang baik dalam membangun usaha. Mindset yang perlu ditumbuhkan, dipelihara, dan ditingkatkan oleh pengusaha dan calon pengusaha, adalah:
1. Percaya Diri
Perbanyaklah alasan, kenapa setiap muslim yang menjadi pengusaha perlu percaya diri, pelajarilah sejarah Islam, anda akan menemukan Rasulullah adalah pengusaha, sahabat-sahabat utama adalah pengusaha, dan mereka menjadi penopang tegaknya dakwah Islam.
Perbanyaklah alasan, kenapa setiap muslim yang menjadi pengusaha perlu percaya diri, pelajarilah sejarah Islam, anda akan menemukan Rasulullah adalah pengusaha, sahabat-sahabat utama adalah pengusaha, dan mereka menjadi penopang tegaknya dakwah Islam.
2. Berorientasi pada prestasi
Jangan hanya menjadi orang kebanyakan, result oriented lah, dengan prestasi, jangan merasa cukup dangan biasa-biasa saja. sadari umur kita terus bertambah, bisa jadi pencapaian prestasi sebagian orang dengan umur yang sama dengan kita jauh lebih tinggi, maka fokus pada potensi anda, dan berorientasi prestasi.
Jangan hanya menjadi orang kebanyakan, result oriented lah, dengan prestasi, jangan merasa cukup dangan biasa-biasa saja. sadari umur kita terus bertambah, bisa jadi pencapaian prestasi sebagian orang dengan umur yang sama dengan kita jauh lebih tinggi, maka fokus pada potensi anda, dan berorientasi prestasi.
3. Berani mengambil resiko
Setiap langkah besar, dihadapkan dengan resiko yang tidak kecil, maka belajarlah mitigasi resiko, sebelum melangkah petakan resikonya, setelah diras cukup, melangkahlah dengan yakin, walaupun bisa jadi muncul resiko yang tidak terkalkulasi sebelumnya. dan itu biasa, terus bergerak sambil menikmati resiko dari sebuah tindakan. Jadikan resiko seperti anda menikmati kopi kesayangan anda, kelihatanya pekat, namun jika dinikmati, menjadi mengasyikkan.
Setiap langkah besar, dihadapkan dengan resiko yang tidak kecil, maka belajarlah mitigasi resiko, sebelum melangkah petakan resikonya, setelah diras cukup, melangkahlah dengan yakin, walaupun bisa jadi muncul resiko yang tidak terkalkulasi sebelumnya. dan itu biasa, terus bergerak sambil menikmati resiko dari sebuah tindakan. Jadikan resiko seperti anda menikmati kopi kesayangan anda, kelihatanya pekat, namun jika dinikmati, menjadi mengasyikkan.
4. Kreatif dan Innovatif
5. Ulet dan tekun
kedua faktor diatas, menjadi penting karena, mental yang baik, juga diikuti teknis yang juga baik, maka kreatifitas, inovatif, ulket dan tekun menjadi penopang keberhasiulan.
Untuk membuat Seorang pengusaha mempunyai daya juang yang tinggi dalam mengapai kesuksesan tips berikut bisa menjadi referensi, yang disederhanakan menjadai 5D, yaitu:
1. Dream
Seorang pengusaha yang sukses memiliki impian dan visi yang jelas tentang masa depan bisnisnya. Salah satu cara yang diajurkan agar fisik anda tergerak mencapai impian, bukan mimpi ya:), apalagi utopia, adalah gambaran yang detil terhadap bisnis anda ketika sukses, walaupun saat ini anda baru memulai. Ketika anda sedang membangun kampus misalnya, maka anda bisa membayarngkan berapa jumlah mahasiswa anda saat sukses, bagaimana kondisi keramaian kampus anda saat itu, berapa jumlah karyawan anda, bagaimana pendidikan tenga pengajar anda, seperti apa gedungnya, seperti apa ruang anda sendiri, kendaraan anda, staf andi...gambarkan dengan detil. walaupun saat ini anda masih menempati gedung sewa, masih kecil, dana terbatas, dan tantangan lainnya. Impian tersebut akan mendorong anda untuk bergerak, terus menghalau tantangan, sampai impian itu terwujud.
2. Decisiveness
Seorang pengusaha yang sukses memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan (decisiveness) secara akurat, penuh perhitungan dan tidak lamban. Tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
"making decision is a fundamental life skill"
apapun profesi kita, apalagi seorang pengusaha mengambil keputusan adalah ketrampilan mendasar yang harus kita miliki. karena setiap saat kita mengambil keputusan, suka maupun tidak. maka sebagai seorang pengusaha belajarlah teori-teori pengambilan keputusan, seringlah berlatih, asah keberanian, dan putuskan dengan cepat dengan pertimbangan yang matang.
cukup sederhana teorinya, namun dalam prakteknya biasanya tidak sesederhana itu. kiat utamanya adalah berlatih.
3. Doers
Setelah mengambil keputusan dengan matang, maka seorang pengusaha akan segera menindak lanjutinya dengan tindakan (Doers yang cepat dan terukur, jauhi not action, talk only. Seperti yang diuraikan diatas, maka mengeksekusi sesuatu adalah bagian penting dalam diri seorang pengusaha, semakin tinggi jam terbang, semakin banyak variabel yang ditimbang, dan secara sadar akan mendorong keputusan menjadi lambat, namun disinilah tantangannya seorang pengusaha, banyak yang perlu ditimbang, namum keputusan harus cepat dan tepat, baik waktu maupun biaya.
Setelah mengambil keputusan dengan matang, maka seorang pengusaha akan segera menindak lanjutinya dengan tindakan (Doers yang cepat dan terukur, jauhi not action, talk only. Seperti yang diuraikan diatas, maka mengeksekusi sesuatu adalah bagian penting dalam diri seorang pengusaha, semakin tinggi jam terbang, semakin banyak variabel yang ditimbang, dan secara sadar akan mendorong keputusan menjadi lambat, namun disinilah tantangannya seorang pengusaha, banyak yang perlu ditimbang, namum keputusan harus cepat dan tepat, baik waktu maupun biaya.
4. Determination
Seorang pengusaha melaksanakan bisnisnya dengan penuh perhatian. rasa tanggung jawab selalu mewarnai setiap langkahnya, tidak mudah menyerah, walaupun tantangan semakin banyak dan besar.
Sudah menjadi hukum alam, jika anda ingin berkembang dan maju, maka tantangannya akan semakin banyak dan besar, maka ketika anda mencanangkan diri untuk menjadi pengusaha, sadarilah dari awal, anada bisa sukses, dengan impian anda, namun ada harga dari kesuksesan tersebut yang tidak kalah mahalnya.
artinya, setiap kesuksesan selalu dikuti pengorbanan yang melampaui batas pengerobanan orang kebanyakan. jadi anda mau sukses, siap pula untuk berkorban lebih dari orang lain.
Seorang pengusaha melaksanakan bisnisnya dengan penuh perhatian. rasa tanggung jawab selalu mewarnai setiap langkahnya, tidak mudah menyerah, walaupun tantangan semakin banyak dan besar.
Sudah menjadi hukum alam, jika anda ingin berkembang dan maju, maka tantangannya akan semakin banyak dan besar, maka ketika anda mencanangkan diri untuk menjadi pengusaha, sadarilah dari awal, anada bisa sukses, dengan impian anda, namun ada harga dari kesuksesan tersebut yang tidak kalah mahalnya.
artinya, setiap kesuksesan selalu dikuti pengorbanan yang melampaui batas pengerobanan orang kebanyakan. jadi anda mau sukses, siap pula untuk berkorban lebih dari orang lain.
5. Dedication
Seorang pengusaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan bisnisnya. Ciri dedikasi adalah pengorbanan lebih, untuk bisnisnya. seperti saat orang lain belum bekerja, seorang pengusaha sudah bekerja, saat orang lain telah lelah dan berhenti bekerja, seorang pengusaha masih semangat dan merasa fresh untuk bekerja.
Kesannya, buat capek ya :), ...menurut saya benar..namun mindset yang seperti itulah yang akhirnya menghantarkan anda, berbeda kesuksesannya daripada kebanyakan orang. selamat mencob, dan semoga bermanfaat.
terinspirasi dari slide Yodia Antariksa, seputar entrepreneurship, dan juga bahan-bahan pengajaran Islamic Entrepreneurship FE UMJ, diramu dari ruang akademik STIE Bisnis Indonesia Ciputat
Seorang pengusaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan bisnisnya. Ciri dedikasi adalah pengorbanan lebih, untuk bisnisnya. seperti saat orang lain belum bekerja, seorang pengusaha sudah bekerja, saat orang lain telah lelah dan berhenti bekerja, seorang pengusaha masih semangat dan merasa fresh untuk bekerja.
Kesannya, buat capek ya :), ...menurut saya benar..namun mindset yang seperti itulah yang akhirnya menghantarkan anda, berbeda kesuksesannya daripada kebanyakan orang. selamat mencob, dan semoga bermanfaat.
terinspirasi dari slide Yodia Antariksa, seputar entrepreneurship, dan juga bahan-bahan pengajaran Islamic Entrepreneurship FE UMJ, diramu dari ruang akademik STIE Bisnis Indonesia Ciputat
Senin, 10 Juni 2013
Tips Mengidentifikasi Bisnis Halal atau Tidak
Serial: Islamic Entrepreneurship
Oleh: Jaharuddin
Beberapa kali, saya mendapatkan pertanyaan seputar, bagaimana menentukan suatu usaha tersebut dibolehkan dalam Islam, atau tidak. Paling baru kemarin siang, saya mengisi acara kajian muslimah di Wisma Indonesia Hamburg, Jerman.
Setelah kajian, muncul pertanyaan dari seorang bapak muda, tentang seputar ini. Walaupun bapak-bapak diforum ini hanya ada 5 orang, sambil santai makan, kita diskusi cukup menarik. Akhirnya saya terfikir bahwa pertanyaan ini juga akan banyak ditanyakan oleh orang-orang lainnya,yang mengindikasikan bahwa tidak ada penolakan sama sekali terhadap ekonomi berbasiskan Islam, namun masyarakat butuh penjelasan yang lebih gamblang dan jelas, kaidah-kaidah berbisnis dalam Islam.
Sehari sebelumnya di kota Braunschweig, saya juga membawakan materi Islamic entrepreneurship, nah salah satu slidenya tentang ini, berikut saya paparkan satu persatu.
3 kaidah dasar yang membantu kita dalam mengidentifikasi suatu bisnis tersebut complain to sharia atau tidak adalah:
1. Dari Zatnya
Bisnis atau usaha ini menjadi haram karena zat dari produk yang diproduksi, diperjual belikan adalah zat yang jelas keharamannya dalam al Qur'an, seperti:
(1). Babi. Pemanfaatan babi hukumnya haram, baik atas daging, lemak maupun bagian-bagian lainnya. Firman Allah dalam QS Al-Maidah (5): 3 mengharamkan konsumsi bangkai darah dan daging babi. Demikian juga dengan firmannya dalam QS Al-An'am (6):145 dan An-Nahl (16):115. Dalil-dalil dalam ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi. Al Qur'an mengunakan kata lakhma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah dagingnya. Selain itu dalam setiap daging babi selalu terdapat lemak, kendati al Qur'an mengunakan kata lakhma, pengharaman daging bukan hanya dagingnya. Tetapi seluruh tubuh dari babi. Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fikih min dzikril juz'i wa iradati'l kulli (yang disebutkan sebagian yang dikehendaki seluruhnya. (Aisyah Girindra).
(2). Khamr.
Dari Aisyah ra ketika turun ayat-ayat akhir surat al baqarah (tentang haramnya khamr), Nabi Muhammad SAW keluar kemudian bersabda "Perdagangan khamr telah diharamkan" (HR Bukhari No. 2226).
(3). Bangkai.
(4). Darah.
Yang dimaksud dengan darah dalam kontek ini adalah darah yang disebut 'dideh' (dikumpulkan dari hasil penyembelihan hewan lalu diolah), dan juga darah untuk transfusi (donor darah). Hadist yang menjadi rujukan adalah hadist dikatakan Abu Juhaifah "Rasulullah SAW melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan upah budak wanita (dari berzina). Beliau juga melaknat orang yang mentato dan orang yang ditato, memakan riba dan menyerahkannya (nasabah) begitu juga tukang gambar (makhluk yang memiliki ruh". (HR Bukhari, No. 2238).
(1). Babi. Pemanfaatan babi hukumnya haram, baik atas daging, lemak maupun bagian-bagian lainnya. Firman Allah dalam QS Al-Maidah (5): 3 mengharamkan konsumsi bangkai darah dan daging babi. Demikian juga dengan firmannya dalam QS Al-An'am (6):145 dan An-Nahl (16):115. Dalil-dalil dalam ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi. Al Qur'an mengunakan kata lakhma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah dagingnya. Selain itu dalam setiap daging babi selalu terdapat lemak, kendati al Qur'an mengunakan kata lakhma, pengharaman daging bukan hanya dagingnya. Tetapi seluruh tubuh dari babi. Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fikih min dzikril juz'i wa iradati'l kulli (yang disebutkan sebagian yang dikehendaki seluruhnya. (Aisyah Girindra).
(2). Khamr.
Dari Aisyah ra ketika turun ayat-ayat akhir surat al baqarah (tentang haramnya khamr), Nabi Muhammad SAW keluar kemudian bersabda "Perdagangan khamr telah diharamkan" (HR Bukhari No. 2226).
(3). Bangkai.
(4). Darah.
Yang dimaksud dengan darah dalam kontek ini adalah darah yang disebut 'dideh' (dikumpulkan dari hasil penyembelihan hewan lalu diolah), dan juga darah untuk transfusi (donor darah). Hadist yang menjadi rujukan adalah hadist dikatakan Abu Juhaifah "Rasulullah SAW melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan upah budak wanita (dari berzina). Beliau juga melaknat orang yang mentato dan orang yang ditato, memakan riba dan menyerahkannya (nasabah) begitu juga tukang gambar (makhluk yang memiliki ruh". (HR Bukhari, No. 2238).
2. Dari Bukan Zatnya
Suatu Bisnis atau usaha juga bisa menjadi haram, karena bukan zatnya. ada 6 praktek perdagangan yang tidak dibolehkan dalam Islam, yaitu:
(1). Riba.
Penambahan tanpa adanya iwadh (underline asset), atau premi yang harus dibayar si peminjam kepada pemberi pinjaman bersama dengan pinjaman pokok yang disyaratkan sejak awal. Penambahan dari pokok itu disyaratkan karena adanya nasi'ah (penangguhan).
(2). Tadlis (Penipuan)
Tadlis bisa terjadi pada sisi Kuantitas, seperti mengurangi takaran. juga bisa terjadi dari sisi kualitas seperti menyembunyikan cacatnya produk. Tadlis juga bisa terjadi dari sisi harga, dengan cara memanfaatkan ketidak tahuan pembeli terhadap harga pasar. dan juga bisa terjadi dari sisi waktu, yaitu menyanggupi delivery time yang sedari awal sudah diketahui tidak akan sanggup memenuhinya.
(3). Gharar (ketidak jelasan yang diaalami baik produsen maupun konsumen)
Gharar bisa terjadi, pada sisi kuantitas seperti praktek jual beli ijon, juga bisa terjadi dari sisi kualitas seperti jual beli anak sapi yang masih dalam perut induknya. Gharar juga bisa terjadi dari sisi harga contohnya terjadinya dua harga dalam satu akad, dan juga bisa terjadi dari sisi waktu, sebagai contoh jual beli motor yang hilang (delivery time tidak jelas bagi kedua belah pihak).
(4). Ihtikar (penimbunan). Ulama bersepakat penimbunan adalah usaha yang bathil jika dilakukan pada barang kebutuhan pokok, dan spekulasi yang dampaknya menganggu harga pasar, sosial dan ekonomi.
(5). Bay Najasy. adalah memuji barang dagangan padahal palsu dan menipu.
(6). Talaqi Rukban. yaitu kegiatan pedagang dengan cara menyongsong pedagang desa yang membawa barang dagangan di jalan (menuju pasar). Substansi dari larangan talaqi rukban ini adalah tidak adilnya tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya yang terjadi dipasar, walaupun Islam tidak melarang mencari barang dengan harga lebih murah.
Suatu Bisnis atau usaha juga bisa menjadi haram, karena bukan zatnya. ada 6 praktek perdagangan yang tidak dibolehkan dalam Islam, yaitu:
(1). Riba.
Penambahan tanpa adanya iwadh (underline asset), atau premi yang harus dibayar si peminjam kepada pemberi pinjaman bersama dengan pinjaman pokok yang disyaratkan sejak awal. Penambahan dari pokok itu disyaratkan karena adanya nasi'ah (penangguhan).
(2). Tadlis (Penipuan)
Tadlis bisa terjadi pada sisi Kuantitas, seperti mengurangi takaran. juga bisa terjadi dari sisi kualitas seperti menyembunyikan cacatnya produk. Tadlis juga bisa terjadi dari sisi harga, dengan cara memanfaatkan ketidak tahuan pembeli terhadap harga pasar. dan juga bisa terjadi dari sisi waktu, yaitu menyanggupi delivery time yang sedari awal sudah diketahui tidak akan sanggup memenuhinya.
(3). Gharar (ketidak jelasan yang diaalami baik produsen maupun konsumen)
Gharar bisa terjadi, pada sisi kuantitas seperti praktek jual beli ijon, juga bisa terjadi dari sisi kualitas seperti jual beli anak sapi yang masih dalam perut induknya. Gharar juga bisa terjadi dari sisi harga contohnya terjadinya dua harga dalam satu akad, dan juga bisa terjadi dari sisi waktu, sebagai contoh jual beli motor yang hilang (delivery time tidak jelas bagi kedua belah pihak).
(4). Ihtikar (penimbunan). Ulama bersepakat penimbunan adalah usaha yang bathil jika dilakukan pada barang kebutuhan pokok, dan spekulasi yang dampaknya menganggu harga pasar, sosial dan ekonomi.
(5). Bay Najasy. adalah memuji barang dagangan padahal palsu dan menipu.
(6). Talaqi Rukban. yaitu kegiatan pedagang dengan cara menyongsong pedagang desa yang membawa barang dagangan di jalan (menuju pasar). Substansi dari larangan talaqi rukban ini adalah tidak adilnya tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya yang terjadi dipasar, walaupun Islam tidak melarang mencari barang dengan harga lebih murah.
3. Dari Akadnya.
Dan yang terakhir, suatu usaha bisa dikategorikan menjadi bathil, jika akadnya tidak sah. seperti terjadinya : (1). Ta'aluq. Ta'aluq terjadi bila kita dihadapkan pada dua akad yang saling dikaitkan, dimana berlakunya akad 1 tergantung pada akad 2. Contoh: si A menjual barang X seharga Rp. 120 juta secara cicilan kepada B, dengan syarat bahwa B harus kembali menjual barang X tersebut kepada A secara tunai seharga Rp. 100 juta.
(2). Terjadi 2 in 1 (Dalam satu akad ada dua kondisi yang berbeda), contohnya ???
(3). Bay al Inah (menjual milik orang lain)
(4). Mulamasah. adalah penjualan kain tanpa dilihat, tetapi diraba-raba saja sehingga terjadi keharusan jual beli.
(5). Muzabanah. adalah pembayaran yang besar (borongan) seakan-akan setiap orang dari para pembeli membayar yang lain dari (harga) yang sebenarnya atau jual beli borongan tanpa mengetahui takaran dan timbangannya. Dan Ibn Umar mentafsirkannya seperti apa yang telah diriwayatkan oleh Malik dengan jual beli kurma basah yang ditakar dengan takaran kurma kering dan jual beli anggur basah yang ditakar dengan takaran anggur kering (diriwayatkan oleh Syafi'i).
Memang, Tips ini belum menjawab semua pertanyaan seputar identifikasi bisnis halal ataupun haram, untuk itu dibutuhkan explorasi lebih dalam yang terkait dengan operasionalisasi yang terjadi di internal suatu usaha, sebagai contoh untuk perbankan syariah tidak diperbolehkan menyalurkan pendanaan ke industri rokok, industri senjata, dll. Untuk itu diperlukan dewan syariah yang mengawasi jalannya usaha, agar benar-benar terjaga dari kehalalan bisnis yang digeluti.
Tips diatas paling tidak bisa membantu mengidentifikasi, dan merupakan pokok-pokok yang disepakati oleh ulama keharamannya, yang bisa dijadikan panduan bagi usaha anda.
Referensi: Agustianto, Perdagangan dalam Islam (bahan kuliah tafsir ayat dan Hadist Ekonomi), dan referensi lainnya.
Dan yang terakhir, suatu usaha bisa dikategorikan menjadi bathil, jika akadnya tidak sah. seperti terjadinya : (1). Ta'aluq. Ta'aluq terjadi bila kita dihadapkan pada dua akad yang saling dikaitkan, dimana berlakunya akad 1 tergantung pada akad 2. Contoh: si A menjual barang X seharga Rp. 120 juta secara cicilan kepada B, dengan syarat bahwa B harus kembali menjual barang X tersebut kepada A secara tunai seharga Rp. 100 juta.
(2). Terjadi 2 in 1 (Dalam satu akad ada dua kondisi yang berbeda), contohnya ???
(3). Bay al Inah (menjual milik orang lain)
(4). Mulamasah. adalah penjualan kain tanpa dilihat, tetapi diraba-raba saja sehingga terjadi keharusan jual beli.
(5). Muzabanah. adalah pembayaran yang besar (borongan) seakan-akan setiap orang dari para pembeli membayar yang lain dari (harga) yang sebenarnya atau jual beli borongan tanpa mengetahui takaran dan timbangannya. Dan Ibn Umar mentafsirkannya seperti apa yang telah diriwayatkan oleh Malik dengan jual beli kurma basah yang ditakar dengan takaran kurma kering dan jual beli anggur basah yang ditakar dengan takaran anggur kering (diriwayatkan oleh Syafi'i).
Memang, Tips ini belum menjawab semua pertanyaan seputar identifikasi bisnis halal ataupun haram, untuk itu dibutuhkan explorasi lebih dalam yang terkait dengan operasionalisasi yang terjadi di internal suatu usaha, sebagai contoh untuk perbankan syariah tidak diperbolehkan menyalurkan pendanaan ke industri rokok, industri senjata, dll. Untuk itu diperlukan dewan syariah yang mengawasi jalannya usaha, agar benar-benar terjaga dari kehalalan bisnis yang digeluti.
Tips diatas paling tidak bisa membantu mengidentifikasi, dan merupakan pokok-pokok yang disepakati oleh ulama keharamannya, yang bisa dijadikan panduan bagi usaha anda.
Referensi: Agustianto, Perdagangan dalam Islam (bahan kuliah tafsir ayat dan Hadist Ekonomi), dan referensi lainnya.
Selasa, 28 Mei 2013
Tips Membangun Usaha
Serial : Islamic Entrepreneurship
Jangan sampai menjadi penonton
Untuk membangun usaha, ada beberapa langkah yang disarankan oleh pengusaha Nasional sukses, Bapak Teddy P Rachmat yang berhasil membesarkan Astra International, mendirikan United Tractor, ADIRA, PAMA, ADARO dan Triputra. Dalam salah satu diskusi di Jakarta beliau mengungkapkan strategi membangun usaha, sebagai berikut:
1. Cari angin yang paling besar
"Jika anda ingin bermain layang-layang, dan layang-layang anda ingin terbang tinggi, maka carilah angin yang kuat", pelajarannya adalah agar usaha anda tumbuh sukses maka anda harus cerdas dalam menentukan bidang yang tepat yang akan anda kerjakan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menentukan angin yang kuat?, caranya adalah perbanyaklah ilmu dan pengetahuan dibidang yang anda ingin geluti, saat yang sama bergaullah dengan orang yang tepat yang juga usahawan. Dan yang terpenting adalah mulailah membangun usaha, dengan cara itu anda belajar lebih cepat dan terus mengasah feeling anda dalam menentukan bidang yang tepat.
2. Ciptakan differensiasi
Selanjutnya adalah ciptakan differensiasi atau keunikan usaha anda. Pertanyaan dasarnya adalah apa bedanya/uniknya usaha anda dengan usaha orang lain yang sejenis. Untuk mengukur seberapa kuat differensiasi usaha anda, maka bayangkan usaha anda berada persis disebelah pesaing anda, apakah produk anda yang dibeli konsumen atau tidak.
Sebagai contoh differensiasi adalah: Lion Air mengunakan differensiasi "dengan pesawat baru, harga paling murah". Air Asia "Effisiensi", ADARO "Cadangan yang banyak".
3. Leveraging dibidang yang kita unggul
Anda harus tahu persis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha anda. Dengan demikian anda tahu peta keunggulan usaha anda agar bisa bersaing dan memaksimalkan keunggulan tersebut, dan meraih peluang maksimal. Saat yang sama menyadari dengan baik kelemahan dan ancaman yang bisa muncul, dan mengantisipasinya dengan membuat mitigasi resiko.
4. Berani mengambil keputusan (Execution)
Berani dengan cepat dan tepat dalam pemilihan orang, mengikuti dan menghargai proses, dan transparan dalam menjalankan perusahaan.
5. Jadilah atau cari leader yang baik.
Untuk menjalankan usaha dengan baik, maka diperlukan leader yang baik, paling tidak ada dua hal yang harus dipenuhi, yaitu mempunyai reputasi dan kompetensi yang baik.
Bersemangatlah untuk menjadi usahawan dan berharap warga Indonesialah yang akan menjadi pemain utama perekonomian Indonesia, semakin besar usaha anda, semakin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari usaha anda, artinya anda mendapatkan pahala yang besar dalam membuka lapangan pekerjaan, anda menjadi wasilah (sarana) banyak orang mendapatkan rezeki, dengan cara itu Indonesia akan lebih sejahtera, semakin bermartabat, dan setara dalam pergaulan international. Tentunya akan semakin besar pula kontribusi Indonesia di dunia, dan ingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, artinya jihad anda membangun usaha di Indonesia dan mensejahterakan Indonesia, pada dasarnya adalah jihad anda meninggikan Izzah (martabat) umat Islam terbesar didunia.
Musim panas, dengan cuaca dingin, Hannover, Jerman, 27 Mei 2013
Referensi: diolah dari berbagai sumber
Oleh: Jaharuddin
Data
menunjukkan bahwa, Indonesia saat ini merupakan negara primadona untuk
investasi, didasarkan faktor-fakto berikut: (1). Penduduk nomor 4
terbesar di dunia. (2). Negara nomor 3 demokrasi terbesar. (3). Ekonomi
nomor 16 di dunia dan masuk G20. (4). 60% Penduduk Indonesia berusia
dibawah 30 tahun. (5). Pertumbuhan ekonomi 6% pertahun
Data
tersebut sangat mendukung tumbuh suburnya usaha dan sekaligus pasar
yang sangat menjanjikan, penduduk nomor 4 terbesar didunia memberi
peluang untuk memasarkan produk secara luas dan massal, pasar domestik
saja sudah sangat besar. Demokratisasi memberikan peluang perbaikan
secara bertahap. Data demografi menunjukkan sebagian besar penduduk pada
usia muda dan produktif, memberikan peluang tumbuhnya kebutuhan
kelompok muda terhadap berbagai produk, kelompok muda ini akan bekerja,
berpenghasilan, menikah, butuh rumah, punya anak, butuh kendaraan,
membutuhkan sekolah berkwalitas tinggi untuk anak-anaknya. Saat yang
sama ekonomi tumbuh jauh di atas negara maju, ini memberi arti bahwa
generasi muda, secara bertahap akan mempunyai daya beli yang
menjanjikan.
Tidak
aneh, beberapa merk international, tidak akan membiarkan peluang ini
berlalu begitu saja, sebagai contoh Air Asia saat ini menjadikan
Indonesia sebagai kantor pusatnya. Bahwasanya ada hiruk pikuk politik
lokal dan nasional, serta pemberitaan media yang tidak positif terhadap
bangsanya sendiri, adalah bagian dari proses domokratisasi yang dulu
terlalu lama dikungkung oleh orde baru. Secara bertahap demokratisasi
tersebut, akan sampai pada equibilirium baru, sehingga akan lebih baik,
dan saat yang sama, akan muncul kesadaran bahwa cara-cara media
mengkuliti bangsanya sendiri secara berlebihan, akan membuat jenuh dan
letih masyarakat, dan mulailah muncul kesadaran secara kolektif untuk
berbenah, kearah yang lebih mencerdaskan.
Nah,
jangan sampai usahawan lokal mengabaikan potensi ini, termasuk bagi
anda calon, serta usahawan pemula, kinilah saatnya anda mulai masuk dan
serius menjadi pengusaha, karena pasar Indonesia sangat menjanjikan,
generasi usia muda akan tumbuh dan membutuhkan banyak kebutuhan, dan ini
peluang!. Cobalah anda lihat di Jakarta misalnya, Mall tumbuh terus
menerus, appartemen menjamur dan sudah sold out sebelum dibangun,
perumahan menjamur dan juga terjual, minimarket menjamur, supermaket
menjamur, mobil dan motor terjual dalam jumlah yang spektakuler,
sekolah-sekolah berkualitas tinggi menjamur, ....
Mengapa
usaha tersebut menjamur dan terus berkembang, jawabannya karena
permintaan semakin tinggi, fakta menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia
sangat menjanjikan, bahkan diprediksi pada tahun 2025 ekonomi Indonesia
akan menjadi nomor 10 di dunia, dan pada tahun 2050 akan menjadi nomor 5
di dunia.
Jangan sampai menjadi penonton
Jangan
sampai, saat Indonesia dilihat sangat prospek oleh usahawan dari bangsa
lain, orang-orang Indonesia hanya menjadi penikmat (konsumen) dari
potensi tersebut. Bagi sahabat yang saat ini sedang di luar negeri,
inilah saatnya anda memikir ulang visi kontribusi yang akan anda berikan
terhadap Indonesia, jika anda mempunyai visi menjadi usahawan dengan
bekal pengalaman dan pengetahuan anda di luar negeri, maka jangan
terlalu lama berfikir, bersegeralah action!. Mulailah membangun usaha di
Indonesia.
Untuk membangun usaha, ada beberapa langkah yang disarankan oleh pengusaha Nasional sukses, Bapak Teddy P Rachmat yang berhasil membesarkan Astra International, mendirikan United Tractor, ADIRA, PAMA, ADARO dan Triputra. Dalam salah satu diskusi di Jakarta beliau mengungkapkan strategi membangun usaha, sebagai berikut:
1. Cari angin yang paling besar
"Jika anda ingin bermain layang-layang, dan layang-layang anda ingin terbang tinggi, maka carilah angin yang kuat", pelajarannya adalah agar usaha anda tumbuh sukses maka anda harus cerdas dalam menentukan bidang yang tepat yang akan anda kerjakan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menentukan angin yang kuat?, caranya adalah perbanyaklah ilmu dan pengetahuan dibidang yang anda ingin geluti, saat yang sama bergaullah dengan orang yang tepat yang juga usahawan. Dan yang terpenting adalah mulailah membangun usaha, dengan cara itu anda belajar lebih cepat dan terus mengasah feeling anda dalam menentukan bidang yang tepat.
2. Ciptakan differensiasi
Selanjutnya adalah ciptakan differensiasi atau keunikan usaha anda. Pertanyaan dasarnya adalah apa bedanya/uniknya usaha anda dengan usaha orang lain yang sejenis. Untuk mengukur seberapa kuat differensiasi usaha anda, maka bayangkan usaha anda berada persis disebelah pesaing anda, apakah produk anda yang dibeli konsumen atau tidak.
Sebagai contoh differensiasi adalah: Lion Air mengunakan differensiasi "dengan pesawat baru, harga paling murah". Air Asia "Effisiensi", ADARO "Cadangan yang banyak".
3. Leveraging dibidang yang kita unggul
Anda harus tahu persis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha anda. Dengan demikian anda tahu peta keunggulan usaha anda agar bisa bersaing dan memaksimalkan keunggulan tersebut, dan meraih peluang maksimal. Saat yang sama menyadari dengan baik kelemahan dan ancaman yang bisa muncul, dan mengantisipasinya dengan membuat mitigasi resiko.
4. Berani mengambil keputusan (Execution)
Berani dengan cepat dan tepat dalam pemilihan orang, mengikuti dan menghargai proses, dan transparan dalam menjalankan perusahaan.
5. Jadilah atau cari leader yang baik.
Untuk menjalankan usaha dengan baik, maka diperlukan leader yang baik, paling tidak ada dua hal yang harus dipenuhi, yaitu mempunyai reputasi dan kompetensi yang baik.
Bersemangatlah untuk menjadi usahawan dan berharap warga Indonesialah yang akan menjadi pemain utama perekonomian Indonesia, semakin besar usaha anda, semakin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari usaha anda, artinya anda mendapatkan pahala yang besar dalam membuka lapangan pekerjaan, anda menjadi wasilah (sarana) banyak orang mendapatkan rezeki, dengan cara itu Indonesia akan lebih sejahtera, semakin bermartabat, dan setara dalam pergaulan international. Tentunya akan semakin besar pula kontribusi Indonesia di dunia, dan ingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, artinya jihad anda membangun usaha di Indonesia dan mensejahterakan Indonesia, pada dasarnya adalah jihad anda meninggikan Izzah (martabat) umat Islam terbesar didunia.
Musim panas, dengan cuaca dingin, Hannover, Jerman, 27 Mei 2013
Referensi: diolah dari berbagai sumber
Jumat, 25 Januari 2013
Islamic Entrepreneurship; Urgensi kekayaan di tangan umat Islam
Oleh: Jaharuddin
Musim dinggin, Hannover, Jerman, 6 Januari 2013, pk 13.17 CET
sumber: www.okezone.com, www.republikaonline.com, www.masterfajar.com, www.wakalanusantara.com, fb: muallaf center indonesia, syariahmaqasid.blogspot.com, dan sumber lainnya.
Lihatlah daftar 10 (sepuluh) orang terkaya di dunia tahun 2012 versi FORBES, (1). Carlos Slim Helu and Family dari Meksiko, dengan kekayaan USD 69 milliar. (2). Bill Gates, Microsoft group, dengan kekayaan USD 61 milliar. (3). Warren Buffet, pemilik Berkshire Hathaway, dengan kekayaan USD 44 milliar. (4). Chairman Louis Vuittin Moet Hennessy Bernard Arnault, dari Prancis, pemilik Louis Vuitton, Bulgari, dll, dengan kekayaan USD 41 milliar. (5). Amancio Ortega, Inditex group, dengan kekayaan USD 37,5 milliar. (6). Larry Ellison, pendiri Oracle, dengan kekayaan USD 36 milliar. (7). Eike Batita, pengusaha minyak dan tambang asal Brasil, dengan kekayaan USD 30 milliar. (8). Stefan Persson, pendiri H&M, dengan kekayaan USD 26 milliar. (9). Li Ka-shing, chairman Hutchison Whampoa Limited, dengan kekayaan USD 25,56 milliar dan 270 ribu karyawan di 53 negara. (10). Karl Albrecht, pengusaha Jerman pemilik Aldi Sud, dengan kekayaan USD 25,4 milliar serta 4500 gerai supermarket.
Bagaimana dengan kondisi Indonesia, siapa 10 (sepuluh) orang terkaya tahun 2012 versi FORBES, dimana posisinya pada daftar orang terkaya di dunia, (1). R. Budi dan Michael Hartono, dengan kekayaan USD 15 milliar. (2). Eka Tjipta Widjaja dan Keluarga, dengan kekayaan USD 7,7 milliar. (3). Susilo wonowidjojo dan keluarga, dengan kekayaan USD7,4 milliar. (4). Anthoni Salim dan keluarga, dengan kekayaan USD 5,2 milliar. (5). Chairul Tanjung, dengan kekayaan USD 3,4 milliar. (6). Sri Prakash Lohia, dengan kekayaan USD 3 milliar. (7). Sukanto Tanoto, dengan kekayaan USD 2,8 milliar. (8). Peter Sondakh, dengan kekayaan USD 2,6 milliar. (9). Boenjamin Setiawan dan keluarga, dengan kekayaan USD 2,35 milliar. (10). Putera Sampoerna dan keluarga, dengan kekayaan 2,3 milliar.
Dari nama yang dipublikasikan FORBES, terdapat satu orang pengusaha muslim yaitu Chairul Tanjung. Muncul pertanyaan untuk direnungkan, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top dunia tidak ada yang muslim?, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top Indonesia hanya satu orang yang muslim?, bukankah saat ini umat Islam jumlahnya nomor 2 (dua) terbanyak didunia, bukankah Islam mayoritas di Indonesia. Sewajarnyalah sebagian besar pengusaha top di Indonesia adalah muslim.
Dari nama yang dipublikasikan FORBES, terdapat satu orang pengusaha muslim yaitu Chairul Tanjung. Muncul pertanyaan untuk direnungkan, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top dunia tidak ada yang muslim?, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top Indonesia hanya satu orang yang muslim?, bukankah saat ini umat Islam jumlahnya nomor 2 (dua) terbanyak didunia, bukankah Islam mayoritas di Indonesia. Sewajarnyalah sebagian besar pengusaha top di Indonesia adalah muslim.
Menarik untuk kita renungkan...
Tulisan ini tidak bermaksud mengungkit-ngungkit ketidakadilan peta persaingan yang tidak sempurna, karena mustahil mencari kesempurnaan di dunia ini, yang ada adalah kekuatan dan kecerdasan dalam memanfaatkan peluang ditengah ketidak sempurnaan yang terjadi. Tulisan ini mengajak mendiskusikan persoalan yang tidak simetris, untuk menarik banyak pelajaran dari fenomena yang terjadi, sehingga kedepan umat Islam lebih maju, sambil memformulasikan mimpi kejayaan umat Islam tanpa menciptakan ketidak adilan bagi umat lainnya, akhirnya izzah umat Islam semakin terasa dan maslahat bagi alam semesta. Amin ya robbil alamin.
Mungkinkah, terdapat cara pandang yang kurang tepat dan mind set umat Islam terhadap kekayaan, masihkah kita membuat jarak antara pribadi yang sholeh dengan kekayaan, sama halnya saat awal dakwah masuk ke Indonesia dipersepsikan bahwa orang yang modern dan berpendidikan adalah orang yang Islamnya biasa saja (awam) dan perempuannya tidak berjilbab. Sekarang persepsi itu mampu dibalikkan oleh aktivis dakwah yang tidak pernah berhenti bekerja dan beramal, walau apapun rintangannya.
Masihkah menancap dengan kuatnya, bahwa pengusaha sukses adalah orang yang bergelimang harta dan belum tentu halal, orang yang banyak harta adalah orang yang susah memastikan hartanya bersumber dari sumber yang halal dan susah dipertanggung jawabkan, singkatnya kalau anda ingin sholeh dan tenang dalam menjalani kehidupan, maka ngak usah memaksakan diri dalam mengejar kekayaan, anda cukup beribadah sebanyak-banyaknya untuk persiapan akhirat. Benarkah orang kaya tidak bisa beribadah dengan tenang dan banyak?
Sepertinya, ada dikotomi yang belum tentu benar antara kesholehan dengan kekayaan, menjadi wajar seseorang yang sholeh jika hanya hidup seadanya. Serta muncul persepsi kalau ada orang yang sholeh hidup berkecukupan, tinggal di kawasan elit, mobilnya mewah, mempunyai villa, resort, hotel, bahkan mempunyai jet pribadi, dan seterusnya, maka perlu dicurigai.
Cobalah berfikir obyektif dan tetap kritis, apakah tidak boleh, sebagai seorang muslim yang baik dan saat yang sama sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mempunyai kekayaan top dunia?, bukankah seharusnya kita bangga jika umat Islam yang sholeh dan taatlah yang diamanahkan kekayaan, sehingga alokasi dan distribusi kekayaannya adil dan menentramkan banyak orang, bukankah ini gambaran ideal yang perlu ditanamkan ke generasi penerus.
Belajar dari Generasi Terdahulu
Telusurilah perjalanan Rasulullah dan sahabat, dengan mudah kita menemukan bahwa Rasulullah sendiri adalah seorang yang mempunyai harta yang tidak sedikit, begitu pula para sahabat, seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra, Abdurahman bin Auf ra, dan sahabat lainnya, mereka adalah sahabat nabi yang tidak diragukan lagi kemantapan aqidah Islamnya, namun saat yang sama mereka adalah pribadi-pribadi dengan kekayaan berlimpah, dan dengan kekayaan tersebutlah dakwah Islam dikembangkan sampai kepenjuru dunia.
Seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat?, berikut saya tampilkan beberapa data kekayaan Rasulullah dan sahabat, yang saya konversi dengan nilai kekinian, dengan maksud memudahkan untuk memvisualisasikan besarnya harta kekayaan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat:
a. Nabi Muhammad SAW
Berdasarkan Ekonografi Nabi Muhammad SAW, pada umur 12 tahun beliau sudah aktif sebagai eksportir ke Syam. Di usia 17-19 tahun beliau sudah menjadi pengusaha yang mandiri, beranjak ke usia 22 tahun beliau sudah sangat terkenal di jazirah Arab sebagai seorang profesional. Umur 25 tahun beliau menikah, menjelang usia kenabian beliau mendapat gelar pengusaha terpercaya (al-amin), tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan internasional, bentuk pengakuan "sertifikasi" paling prestisius di zamannya. Bahkan beliau sudah berbisnis sampai ke 17 negara.
Beberapa data yang ditemukan terkait kekayaan nabi Muhammad SAW, didasarkan data Abu Faris (1997), beliau memberikan mahar kepada Khadijah sebanyak 20 ekor unta (Rp. +/- 200 juta) dan 12 uqiyah emas (Rp.+/- 217 juta). Nabi Muhammad SAW pernah membagikan lebih dari 1500 ekor unta (Rp.15 milliar) kepada beberapa orang Quraisy sesudah perang Hunain. nabi Muhammad SAW juga pernah menerima 90.000 dirham (Rp. 6,3 milliar), dan uang tersebut dibagikan kepada orang sampai habis.
Syuaibi mencatat beliau membagikan al-kutaibah (pemberian rutin) kepada kerabat dan istri-istrinya beliau, sebagai berikut: kepada Fatimah 200 wasaq, Ali bin Abi Thalib 100 wasaq, Usamah bin Zaid 250 wasaq, Aisyah 200 wasaq, Jafar bin Abi Thalib 50 wasaq, Rabiah bin Harits bin Abdil Muthallib 100 wasaq, Abu bakar 100 wasaq, Aqil bin Abi Thalin 140 wasaq, Bani Jafar 140 wasaq, untuk sekelompok orang dan istri-istrinya 700 wasaq.
b. Abu Bakar ra
Ibnu Umar ra menceritakan, diawal keIslaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 dirham perak saat ini Rp. 70.000,- artinya yang dibayarkan Abu bakar ra untuk memerdekakan budak sebesar 40.000 x Rp. 70.000,- = Rp. 2,8 milliar. Ketika Abu Bakar ra, berkeinginan membebaskan Bilal ra, dari perbudakan, tuannya Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas, 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Saat ini harga 1 dinar emas = Rp. 2.454.000,-, berarti uang yang dikeluarkan Abu Bakar ra, adalah (9 x 7,4 x Rp. 2.454.000,-) = Rp. 163.436.400,-.
c. Umar bin Khattab ra.
Didalam kitab Jami' Bayyanil Ilmi wa fadlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar bin Khattab ra, telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi 120.000 (dinar atau dirham). Dengan demikian total kekayaan Umar bin Khattab jika dinilai dengan kurs saat ini adalah dalam dirham Rp. 8,4 milliar, sedangkan dalam dinar Rp. +/- 294 milliar.
d. Ustman bin Affan ra
Saat perang Tabuk beliau menyumbang 300 ekor unta (+/- Rp. 3 milliar), serta dana sebesar 1.000 dinar emas (Rp. +/- 2,4 milliar), Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh Ustman bin Affan ra, masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu 30.500.000 dirham (Rp. 2.135 trilliun), dan 100.000 dinar (Rp. 245,4 milliar).
e. Abdurrahman bin Auf ra
Ketika menjelang perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf ra, mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 uqiyah emas (Rp.+/- 3,6 milliar), menjelang wafatnya beliau mewasiatkan 50.000 dinar (+/- Rp. 122,7 milliar) untuk infaq fi sabilillah. dari Ayyub (As-syaktiani) dari Muhammad (bin sirrin) memberitakan, ketika Abdurahman bin Auf ra wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan dari 1/8 warisan sebesar 30.000 dinar emas (Rp. 73,62 milliar), dengan demikian keseluruhan istrinya memperoleh 4 x 30.000 = 120.000 dinar emas (Rp. 294,480 milliar). Maka total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurahman bin Auf ra adalah sebesar 960.000 dinar emas (Rp. 2,355 triliun).
Luar biasa bukan, dan realitas saat ini juga menuntut arah yang sama, masuknya generasi dakwah pada tahapan dakwah yang lebih lanjut, menumbuhkan kesadaran bersama bahwa dakwah Islam membutuhkan back up kekayaan, agar mampu bersanding dan bertanding dengan kebathilan yang menghadang.
Semakin tinggi tingkat pemahaman yang diejawantahkan dalam aplikasi keseharian terhadap Islam, berimplikasi terhadap semakin tingginya kebutuhan kekayaan, dan sebaliknya, jika pemahaman keIslaman hanya pada tataran pribadi, maka bisa jadi kekayaan, hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, namun jika pemahaman Islam semakin baik, maka muncul kepedulian terhadap tetangga, masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia, dan itu semua berimplikasi dibutuhkan kekayaan untuk menopangnya.
Dengan demikian, marilah kita sama-sama menyadari bahwa pentingnya menyeru umat Islam untuk menjadi umat yang kaya raya sama pentingnya dengan upaya yang sistematis dalam membangun aqidah umat, atau tidak perlu dipertentangkan, dan keduanya berjalan beriringan, sehinga mobilitas horizontal dan vertikal dakwah umat Islam semakin maksimal. Akhirnya cita-cita generasi yang dibentuk oleh generasi dakwah saat ini, tidak hanya mempunyai cita-cita menjadi dokter, insinyur, profesor,...juga dokter yang pengusaha (misal punya rumah sakit), insinyur yg pengusaha (misal punya pabrik automotif), profesor yang pengusaha (misal punya perusahaan yang selaras dengan riset sang profesor),......Amin ya robbil alamin.
Tulisan ini tidak bermaksud mengungkit-ngungkit ketidakadilan peta persaingan yang tidak sempurna, karena mustahil mencari kesempurnaan di dunia ini, yang ada adalah kekuatan dan kecerdasan dalam memanfaatkan peluang ditengah ketidak sempurnaan yang terjadi. Tulisan ini mengajak mendiskusikan persoalan yang tidak simetris, untuk menarik banyak pelajaran dari fenomena yang terjadi, sehingga kedepan umat Islam lebih maju, sambil memformulasikan mimpi kejayaan umat Islam tanpa menciptakan ketidak adilan bagi umat lainnya, akhirnya izzah umat Islam semakin terasa dan maslahat bagi alam semesta. Amin ya robbil alamin.
Mungkinkah, terdapat cara pandang yang kurang tepat dan mind set umat Islam terhadap kekayaan, masihkah kita membuat jarak antara pribadi yang sholeh dengan kekayaan, sama halnya saat awal dakwah masuk ke Indonesia dipersepsikan bahwa orang yang modern dan berpendidikan adalah orang yang Islamnya biasa saja (awam) dan perempuannya tidak berjilbab. Sekarang persepsi itu mampu dibalikkan oleh aktivis dakwah yang tidak pernah berhenti bekerja dan beramal, walau apapun rintangannya.
Masihkah menancap dengan kuatnya, bahwa pengusaha sukses adalah orang yang bergelimang harta dan belum tentu halal, orang yang banyak harta adalah orang yang susah memastikan hartanya bersumber dari sumber yang halal dan susah dipertanggung jawabkan, singkatnya kalau anda ingin sholeh dan tenang dalam menjalani kehidupan, maka ngak usah memaksakan diri dalam mengejar kekayaan, anda cukup beribadah sebanyak-banyaknya untuk persiapan akhirat. Benarkah orang kaya tidak bisa beribadah dengan tenang dan banyak?
Sepertinya, ada dikotomi yang belum tentu benar antara kesholehan dengan kekayaan, menjadi wajar seseorang yang sholeh jika hanya hidup seadanya. Serta muncul persepsi kalau ada orang yang sholeh hidup berkecukupan, tinggal di kawasan elit, mobilnya mewah, mempunyai villa, resort, hotel, bahkan mempunyai jet pribadi, dan seterusnya, maka perlu dicurigai.
Cobalah berfikir obyektif dan tetap kritis, apakah tidak boleh, sebagai seorang muslim yang baik dan saat yang sama sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mempunyai kekayaan top dunia?, bukankah seharusnya kita bangga jika umat Islam yang sholeh dan taatlah yang diamanahkan kekayaan, sehingga alokasi dan distribusi kekayaannya adil dan menentramkan banyak orang, bukankah ini gambaran ideal yang perlu ditanamkan ke generasi penerus.
Belajar dari Generasi Terdahulu
Telusurilah perjalanan Rasulullah dan sahabat, dengan mudah kita menemukan bahwa Rasulullah sendiri adalah seorang yang mempunyai harta yang tidak sedikit, begitu pula para sahabat, seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra, Abdurahman bin Auf ra, dan sahabat lainnya, mereka adalah sahabat nabi yang tidak diragukan lagi kemantapan aqidah Islamnya, namun saat yang sama mereka adalah pribadi-pribadi dengan kekayaan berlimpah, dan dengan kekayaan tersebutlah dakwah Islam dikembangkan sampai kepenjuru dunia.
Seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat?, berikut saya tampilkan beberapa data kekayaan Rasulullah dan sahabat, yang saya konversi dengan nilai kekinian, dengan maksud memudahkan untuk memvisualisasikan besarnya harta kekayaan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat:
a. Nabi Muhammad SAW
Berdasarkan Ekonografi Nabi Muhammad SAW, pada umur 12 tahun beliau sudah aktif sebagai eksportir ke Syam. Di usia 17-19 tahun beliau sudah menjadi pengusaha yang mandiri, beranjak ke usia 22 tahun beliau sudah sangat terkenal di jazirah Arab sebagai seorang profesional. Umur 25 tahun beliau menikah, menjelang usia kenabian beliau mendapat gelar pengusaha terpercaya (al-amin), tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan internasional, bentuk pengakuan "sertifikasi" paling prestisius di zamannya. Bahkan beliau sudah berbisnis sampai ke 17 negara.
Beberapa data yang ditemukan terkait kekayaan nabi Muhammad SAW, didasarkan data Abu Faris (1997), beliau memberikan mahar kepada Khadijah sebanyak 20 ekor unta (Rp. +/- 200 juta) dan 12 uqiyah emas (Rp.+/- 217 juta). Nabi Muhammad SAW pernah membagikan lebih dari 1500 ekor unta (Rp.15 milliar) kepada beberapa orang Quraisy sesudah perang Hunain. nabi Muhammad SAW juga pernah menerima 90.000 dirham (Rp. 6,3 milliar), dan uang tersebut dibagikan kepada orang sampai habis.
Syuaibi mencatat beliau membagikan al-kutaibah (pemberian rutin) kepada kerabat dan istri-istrinya beliau, sebagai berikut: kepada Fatimah 200 wasaq, Ali bin Abi Thalib 100 wasaq, Usamah bin Zaid 250 wasaq, Aisyah 200 wasaq, Jafar bin Abi Thalib 50 wasaq, Rabiah bin Harits bin Abdil Muthallib 100 wasaq, Abu bakar 100 wasaq, Aqil bin Abi Thalin 140 wasaq, Bani Jafar 140 wasaq, untuk sekelompok orang dan istri-istrinya 700 wasaq.
b. Abu Bakar ra
Ibnu Umar ra menceritakan, diawal keIslaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 dirham perak saat ini Rp. 70.000,- artinya yang dibayarkan Abu bakar ra untuk memerdekakan budak sebesar 40.000 x Rp. 70.000,- = Rp. 2,8 milliar. Ketika Abu Bakar ra, berkeinginan membebaskan Bilal ra, dari perbudakan, tuannya Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas, 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Saat ini harga 1 dinar emas = Rp. 2.454.000,-, berarti uang yang dikeluarkan Abu Bakar ra, adalah (9 x 7,4 x Rp. 2.454.000,-) = Rp. 163.436.400,-.
c. Umar bin Khattab ra.
Didalam kitab Jami' Bayyanil Ilmi wa fadlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar bin Khattab ra, telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi 120.000 (dinar atau dirham). Dengan demikian total kekayaan Umar bin Khattab jika dinilai dengan kurs saat ini adalah dalam dirham Rp. 8,4 milliar, sedangkan dalam dinar Rp. +/- 294 milliar.
d. Ustman bin Affan ra
Saat perang Tabuk beliau menyumbang 300 ekor unta (+/- Rp. 3 milliar), serta dana sebesar 1.000 dinar emas (Rp. +/- 2,4 milliar), Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh Ustman bin Affan ra, masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu 30.500.000 dirham (Rp. 2.135 trilliun), dan 100.000 dinar (Rp. 245,4 milliar).
e. Abdurrahman bin Auf ra
Ketika menjelang perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf ra, mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 uqiyah emas (Rp.+/- 3,6 milliar), menjelang wafatnya beliau mewasiatkan 50.000 dinar (+/- Rp. 122,7 milliar) untuk infaq fi sabilillah. dari Ayyub (As-syaktiani) dari Muhammad (bin sirrin) memberitakan, ketika Abdurahman bin Auf ra wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan dari 1/8 warisan sebesar 30.000 dinar emas (Rp. 73,62 milliar), dengan demikian keseluruhan istrinya memperoleh 4 x 30.000 = 120.000 dinar emas (Rp. 294,480 milliar). Maka total warisan yang ditinggalkan oleh Abdurahman bin Auf ra adalah sebesar 960.000 dinar emas (Rp. 2,355 triliun).
Luar biasa bukan, dan realitas saat ini juga menuntut arah yang sama, masuknya generasi dakwah pada tahapan dakwah yang lebih lanjut, menumbuhkan kesadaran bersama bahwa dakwah Islam membutuhkan back up kekayaan, agar mampu bersanding dan bertanding dengan kebathilan yang menghadang.
Semakin tinggi tingkat pemahaman yang diejawantahkan dalam aplikasi keseharian terhadap Islam, berimplikasi terhadap semakin tingginya kebutuhan kekayaan, dan sebaliknya, jika pemahaman keIslaman hanya pada tataran pribadi, maka bisa jadi kekayaan, hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, namun jika pemahaman Islam semakin baik, maka muncul kepedulian terhadap tetangga, masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia, dan itu semua berimplikasi dibutuhkan kekayaan untuk menopangnya.
Dengan demikian, marilah kita sama-sama menyadari bahwa pentingnya menyeru umat Islam untuk menjadi umat yang kaya raya sama pentingnya dengan upaya yang sistematis dalam membangun aqidah umat, atau tidak perlu dipertentangkan, dan keduanya berjalan beriringan, sehinga mobilitas horizontal dan vertikal dakwah umat Islam semakin maksimal. Akhirnya cita-cita generasi yang dibentuk oleh generasi dakwah saat ini, tidak hanya mempunyai cita-cita menjadi dokter, insinyur, profesor,...juga dokter yang pengusaha (misal punya rumah sakit), insinyur yg pengusaha (misal punya pabrik automotif), profesor yang pengusaha (misal punya perusahaan yang selaras dengan riset sang profesor),......Amin ya robbil alamin.
sumber: www.okezone.com, www.republikaonline.com, www.masterfajar.com, www.wakalanusantara.com, fb: muallaf center indonesia, syariahmaqasid.blogspot.com, dan sumber lainnya.
Jumat, 21 Agustus 2009
RAMADHAN : MOMENTUM HIJRAH KE EKONOMI SYARI’AH

Drs.Agustianto,MA
Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Dosen Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta, Dosen Ekonomi Islam S2 Trisakti,Program pascasarjana Universitas Paramadina dan Pascasarjana UI Az-Zahra.
Pendahuluan
Substansi puasa adalah pengendalian diri serta menghindarkan diri dari segala prilaku tercela. Dengan demikian ibadah puasa bukan saja menahan makan, minum dan berhubungan seks, tetapi juga menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan, seperti ghibah (menggunjing), berdusta, berjudi, korupsi dan termasuk riba (bunga bank).
Selama bulan Ramadhan, prilaku yang halal saja ada yang dilarang dilakukan, seperti makan, minum dan berhubungan suami-istri, apalagi perilaku yang haram dan syubhat, jelas semakin dilarang dan harus ditinggalkan.
Dengan demikian, seorang yang benar-benar berpuasa, akan berusaha meninggalkan segala yang diharamkan, seperti riba, judi, korupsi, menerima suap, berbohong, mubazzir, berbisnis dengan system gharar (asuransi konvensional), dsb. Termasuk dalam kategori riba antara lain berbisnis di bursa berjangka, spekulasi valas dan segala macam transaksi derivative spekulatif, praktek margin trading di pasar modal.
Orang yang berpuasa secara benar pasti terpanggil untuk melaksanakan ajaran syariahnya, termasuk dalam kegiatan perekonomian. Salah satu bentuk aktivitas perekonomian yang sangat penting adalah transaksi perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Di zaman modern ini, seluruh pakar ekonomi Islam se-dunia telah sepakat (ijma’) menyatakan keharaman segala macam bentuk bunga (interest). Seluruh pakar ekonomi islam sedunia, sepakat secata mutlak bahwa bunga bank yang banyak dipraktekkan saat ini termasuk kepada riba, bahkan menurut mereka, bunga bank yang ada sekarang lebih zalim daripada riba jahiliyah. (lihat juga fatwa MUI, 2003). Lebih tiga ratusan ulama (ahli ekonomi Islam) terkemuka sedunia, sejak tahun 1973 telah menyepakati keharaman bunga bank. Lebih dari 30-an kali konferensi, seminar dan simposium internasional yang telah digelar, menyepakati kepastian haramnya bunga bank, karena sistem ini telah membawa mudharat yang besar bagi perekonomian dunia dan negara-negara yang menjadi korban sistem ribawi. Keburukan sistem bunga yang demikian telah begitu nyata, sehingga tidak ada celah sedikitpun untuk membolehkannya. Keyakinan para ulama semakin mantap dan pasti tentang keharaman bunga bank. (Kajian ilmiah dan komprehensif tentang keharaman bunga bank diuraikan pada tulisan-tulisan yang lain, karena rubrik ini spacenya terbatas)
Sebagai solusi atas eliminasi riba dalam perekonomian, para pakar ekonomi Islam merumuskan konsep lembaga-lembaga keuangan bebas riba. Hasilnya sangat luar biasa. Dalam tempo sekitar 30 tahun, lembaga perbankan Islam misalnya telah berkembang di 75 negara dengan pertumbuhan yang fantastis, 15 % pertahun. Kini seluruh asset bank syariah diperkirakan mencapai 1 trilun dolar US.
Dulu ada pendapat bunga bank boleh dengan alasan darurat. Sekarang alasan darurat telah hilang, sebab bank Islam tanpa bunga telah hadir di hadapan kita, yakni bank-bank syariah dan LKS lainnya.
Saat ini, di tengah umat Islam telah berdiri bank-bank syariah dan lembaga keuangan syariah (LKS) lainnya, maka menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk mengamalkan ajaran syari’ah Islam dan meninggalkan riba yang diharamkan.
Orang yang berpuasa secara benar, pasti terpanggil untuk hijrah dari sistem ekonomi kapitalis yang ribawi kepada sistem perbankan syari’ah Islam, yang bebas bunga. Momentum Ramadhan harus dimanfaatkan kaum muslimin untuk meninggalkan perilaku yang diharamkan Allah menuju sistem yang syari’ah yang diciptakannya.
Riba adalah salah satu dosa terbesar dalam Islam. Sangat banyak hadits Nabi Saw yang mengutuk pelaku riba tersebut. Sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tinggalkanlah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, “Apakah itu ya Rasul?. Beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri ketika peperangan berkecamuk, menuduh wanita suci berzina”. (HR..dari Abu Hurairah).
Dalam hadits riwayat muslim bahwa Jabir berkata, “Rasulullah melaknat dan mengutuk orang memakan riba (kreditur) dan orang yang memberi makan orang lain dengan riba (debitur). Rasul juga mengutuk pegawai yang mencatat transaksi riba dan saksi-saksinya. Nabi SAW bersabda, “Mereka semuanya sama”.
Selanjutnya, Abbdullah bin Mas’ud memberitakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, sedang yang paling ringan ialah seorang yang menzinai ibunya sendiri”. (HR.Ibnu Majah dan Hakim).
Dalam hadits lain Nabi barsabda, “Empat golongan yang tidak dimasukkan ke dalam syorga dan tidak merasakan nikmatnya, yang menjadi hak prerogatif Allah, Pertama, peminum kahamar,Kedua pemakan riba, Ketiga, pemakan harta anak yatim dan keempat, durhaka kepada orang tuanya”.(H.R. Hakim).
Abdullah bin Hanzalah, meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, Satu dirham riba yang diambil seseorang, maka dosanya di sisi Allah lebih besar dari tiga puluh enam kali berzina yang dilakukannnya dalam islam”.(H.R. Darul Quthny)
Diriwayatkan oleh Anas bahwa Rasulullah SAW telah berkhutbah dan menyebut perkara riba dengan bersabda,”Sesungguhnya satu dirham yang diperoleh seseorang dari riba, lebih besar dosanya di sisi Allah dari tiga puluh enam kali berzina. Dan sesungguhnya sebesar-besar riba ialah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (H.R. Baihaqi dan Ibnu Abu Dunya).
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila zina dan riba telah merajalela dalam suatu negeri, maka sesunggguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah diturunkan kepada mereka”.(H.R. Hakim)
Hijrah ke ekonomi syariah
Demikian besarnya dosa bunga bank (riba), maka menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar bagi orang-orang yang beriman untuk segera hijrah ke sistem ekonomi syari’ah. Dalam bidang perbankan, kita telah memiliki sistem perbankan Islami yang dijalankan berdasarkan prinsip syari’ah Islam.
Dalam proses hijrah ini, banyak hambatan yang kita dihadapi, antara lain adanya pandangan dangkal orang awam yang tidak mengerti ekonomi dan perbankan Islam. Mereka menganggap bahwa Bank Islam sama saja dengan perbankan konvensional. Padahal dalam penelitian ilmiah, khususnya dari ilmu ekonomi makro dan moneter, bank Islam memiliki puluhan keunggulan yanag tidak dimiliki bank konvensional. Bank Islam benar-benar berbeda dengan bank konvensional, jika dikaji secara ilmiah dan mendalam. Tidak mungkin ratusan pakar ekonomi Islam se-dunia sepakat untuk kesesatan. Mereka senantiasa mengajak umat ke jalan yang benar. Mereka dalam kitab-kitabnya sepakat tentang kezaliman bank sistem bunga, baik secara mikro apalagi secara makro.
Mudahan-mudahan di bulan yang penuh berkah ini, Allah memberi hidayah kepada kita untuk hijrah ke lembaga –lembaga keuangan Islam yang bebas riba. Bagaimana mungkin Allah menerima puasa kita sementara kita mengamalkan dosa besar yang sangat dibenciNya.
Sabtu, 14 Maret 2009
SURVEY BISNIS DI ITC AMBASADOR

Oleh: jaharuddin*
Lokasi : ITC Ambassador Lt. 3
Toko/jenis perdagangan : Handphone dan Aksesoris
Jumlah toko : > 25 toko
Team Survey : Jaharuddin dan Yoni T
Analisa Situasi
Kekuatan
Lokasi ITC ambassador merupakan kawasan ramai pengunjung dengan pengunjung yang sangat potensial untuk penjualan. Dari pengamatan diketahui pengunjung ITC Ambasador adalah para karyawan yang berkantor diseputar kawasan bisnis mega kuningan.
Lokasinya juga sangat mudah di jangkau, walaupun belakangan ini sudah cendrung macet terutama pada saat jam berangkat dan pulang kantor. Dengan deskripsi pengunjung yang seperti diatas, maka sangat prospek untuk membuka counter penjualan handphone dan aksesorisnya, karena sebagian masyarakat mencitrakan handphone merupakan bagian dari style dan gaya hidup.
Kelemahan
Akhir-akhir ini kawasan ITC ambasador mulai macet
Hampir semua counter yang ada mempunyai pelayanan yang sama, saya belum menemukan keunikan pelayanan diantara counter yang ada di lokasi ini.
Peluang
Ada trend dari sebagian karyawan untuk tidak langsung pulang setelah jam kantor selesai, ada yang tetap di kantor, ada yang olah raga, ada yang shoping, nah trend ini bisa dimanfaatkan oleh kawasan ITC Ambasador untuk mengvariasikan sarana yang ada di mall ini, sehingga mampu menarik orang-orang yang dalam perjalanan pulang dari kantor untuk singgah di mall ini.
Ancaman
Melihat potensi macet yang semakin hari semakin parah, dan belum ada solusi jitu yang mampu dibuat oleh pemerintah, maka kondisi ini berpotensi mengurangi pengunjung di masa mendatang, dan akan lebih diperparah lagi jika muncul lagi mall baru di kawasan ini, yang akan semakin memperparah kondisi macet di kawasan ini
Motivasi berdagang di ITC Ambassador :
1. Lokasi strategis dan ramai pengunjung.
2. ITC Ambassador khususnya Lt. 3 merupakan sentra Handphone dan aksesorisnya. Hal itu memberikan benefit sebagai berikut :
a. Antar pedagang bisa bekerja sama saling melengkapi jenis barang yang dibutuhkan pembeli.
b. Memudahkan distributor handphone dalam menyalurkan produknya.
c. ITC ambassador mengunakan konsep one stop shoping center, yang berarti ketika anda dating ke ITC ambassador, maka semua keperluan anda, bisa terpenuhi dilkokasi ini, di kawasan ini ada carefour, ada pakaian, ada elektronik, ada makanan, ada tempat ibadah, bahkan ada apartemen,
3. Tidak memerlukan modal kerja harian karena counter cukup menyediakan produk contoh, jika konsumen benar-benar mau membeli maka diambilkan ke distributor yang ada di wilayah ini juga dan baru akan dibayar tiga hari kemudian
4. Biasanya konsumen Indonesia memang senang yang mengumpul, makanya di Indonesia dikenal ada sentra-sentra bisnis, seperti mangga dua terkenal dengan produk eletronik, pasar tanah abang terkenal dengan pusat tekstil murah, dll
Sistem Penjualan :
Barang dagangan didrop oleh produsenr. Pembayaran ke produsen dilakukan 3 hari sesudah barang laku. Penjualan pada dasarnya cash and carry atau dengan kartu kredit/kartu debit.
Pelayanan :
Komunikatif, Ramah dan terampil, namun masih standar
Omzet :
Penjualan rata-rata Rp. 5 juta – 10juta perhari atau rata-rata perbulan Rp.150-300juta perbulan atau rata-rata Rp. 225 juta. HPP sekitar 75% dari harga jual, atau keuntungan kotor per unit sebesar 25% dari harga jual.
Biaya-biaya :
Biaya pramuniaga yang sudah berpengalaman : Rp. 1juta/bulan per orang, total 3 orang atau Rp. 3 juta per orang.
Biaya sewa toko Rp. 29 juta per tahun atau sekitar Rp.2,5juta/bulan
Taksiran Laba/Rugi per bulan :
Harga jual rata-rata per bulan : Rp. 225.000.000,-
HPP : Rp. 168.750.000,-
Laba Kotor : Rp. 56.500.000,-
Biaya-biaya
- Biaya sewa Rp.2.500.000,-
- Biaya Tenaga Kerja Rp.3.000.000,-
- Biaya listrik, telkom Rp.3.000.000,-
Total Biaya : Rp. 8.500.000,-
Laba bersih sebelum pajak : Rp. 48.000.000,-
Catatan:
angka-angka ini masih bisa dikurangi dengan membuat variasi dalam komponen biaya tenaga kerja, karena untuk tenaga pramuniaga pemula bisa dengan angka Rp. 750.000,- per bulan, dan cukup satu orang yang berpengalaman, jadi total biaya tenaga kerja bisa Rp. 2.500.000,-. Pola ini diimbangi dengan pihak owner memberikan komisi kepada pramuniaga, seperti 2,5% dari omzet harian. Dan jika omzet harian lebih dari 15.000.000,- maka pramuniaga diberikan komisi sebesar 5%.
Dengan sistim komisi ini memang bisa menyebabkan menurunnya laba, namun pihak owner jangan hanya berfikir jangka pendek, jika pola ini mampu memotivasi pramuniaga untuk mencapai omset sebesar-besarnya, akibatnya otomatis laba juga akan meningkat. Kemudian owner harus berfikir bahwa pola ini jika berhasil akan bisa distandarkan, dan menjadi sistim yang bisa diduplikasi ke counter-counter selanjutnya.
Catatan jika ingin berbisnis di lokasi ini
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika kita ingin ikut berbisnis dilokasi ini, dan diharapkan mampu menekan resiko, seperti:
1. melakukan Ultimate advantage (nilai tambah yang berbeda dari yang lain) seperti pembelian hand phone berhadiah perdana apa saja yang anda butuhkan, seragam pramuniaga yang rapi dan menarik. Dan dituliskan dalam bentuk pamflet, spanduk, atau standing banner
2. Melakukan sensational offer, yaitu ada alasan yang kuat untuk membeli pada saat itu juga di counter kita. Untuk program ini bisa dalam bentuk adanya bonus hadiah pada hari-hari tertentu atau waktu tertentu, misalnya setiap pembeli yang membeli di counter yang kita buka setiap pembelian satu unit handphone mulai dari 500.000,- dan kelipatannya dapat satu kupon berhadiah yang diundi setiap bulannya.
3. Melakukan powerfull promise / money back garansi. Program ini bisa berupa jika handphone yang anda beli rusak dalam waktu 1 tahun maka akan kami ganti dengan handphone baru atau uang anda akan kami kembalikan utuh tanpa potongan. Sebetulnya mengenai garansi ini, Cuma mengkomunikasikan garansi yang diberikan produsen kepada konsumen.
Namun yang terpenting dari program ini adalah dikomunikasikannya kepada calon konsumen program-program yang digulirkan counter tersebut. Dan dibuatkan spanduk , pamflet dan standing banner.
Jika counter-counter lain juga melakukan hal yang sama, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan diferensiasi dalam pelayanan konsumen di counter kita. Seperti dibuat standar yang tinggi dalam pelayanan konsumen dan calon konsumen di counter kita. Dan selalu dilakukan briefing dan refresh terhadap kinerja dan kualitas pelayanan pramuniaga. Contoh diferensiasi dalam pelayanan ini adalah pramuniaga yang rapi, bersih, santun, dan jelas mengkomunikasikan produk dan pelayanan yang diberikan. Kemudian bisa juga dengan standar waktu yang ditetapkan dalam pelayanan satu konsumen.
Untuk mengurangi resiko bisnis maka pihak owner disarankan untuk juga membuka counter yang sama di tempat lain, dengan program dan kualitas pelayanan yang sama, dengan demikian resiko bisnis akan bisa terkurangi.
Kemudian evaluasi selalu diadakan secara berkala, karena biasanya bisnis berkembang dengan cepat dan sulit untuk konsisten dengan pelayanan yang prima, maka jika terjadi penurunan kualitas yang prima diperbaiki secepatnya.
Bentuk pelayanan yang mungkin belum dilakukan kebanyakan counter handpone pada umumnya adalah melakukan sentuhan personal kepada konsumen yang pernah melakukan transaksi di counter kita. Program ini bisa berupa saat konsumen membeli produk di counter kita , maka saat itu juga pramuniaga dengan cara yang sangat cerdas meminta data konsumen tersebut. Jika data konsumen didapatkan, maka data tersebut dikumpulkan dan kemudian hari ada orang yang melakukan personal treatment terhadap konsumen ini seperti . memngirimkan surat terima kasih telah bertransaksi di counter kita beberpa hari setelah orang tersebut bertransaksi di counter kita. Kemudian bisa juga mengirimkan surat selamat ulang tahun, atau selamat ulang tahun pernikahan pada saat istimewa tersebut. Nah, mengapa ini penting karena sentuhan personal tersebut akan selalu mengingatkan konsumen tersebut tentang counter kita dan sebagian besar pemlik handphone akan mengupgrade handphonenya sesuai kebutuhannya saat itu. Nah, jika kita mampu meberikan kesan istimewa pada counter kita, besar kemungkinan, seseorang menjadi konsumen kita selamanya, jika dia melakukan pengantian handphone maka dia akan ke counter kita.
Namun untuk mensukseskan program ini perlu di dukung dengan sistim delivery handphone, jadi ketika konsumen mau membeli handphone terbaru maka konsumen cukup telepon counter dan petugas counter akan mengantarkan ke alamat konsumen. Sepengetahuan saya sistim delivery ini belum dilakukan pihak counter handphone.
Semoga bermanfaat…
*Mahasiswa Islamic Economics and Finance (IEF) Trisakti
Sabtu, 21 Februari 2009
Anak buah dan sukses dalam bisnis

Memilih anak buah (karyawan) dan sukses entrepreneur
Banyak orang yang masih kurang care atau menganggap sepele dalam
merekrut anak buah atau staff ketika memulai usaha. Yang penting asal mau diajak bergabung dan mau dibayar murah, namun kurang melihat
bagaimana kemampuan anak buah itu untuk diajak berlari memajukan
bisnis. Artinya yang dilihat hanya 'harganya' sekarang (present value yang bisa dibayar murah, disisi lain kurang memperhatikan nilai masa depannya (future value).
Padahal kualitas anak buah (pada SDM kita) itu sangat menentukan.
Maklum seorang entrepreneur tak mungkin melakukan semuanya sendiri.
Tangan dia hanya dua, kaki juga dua, dan indra pikir (otak) dia juga
hanya satu. Sehebat apapun seorang entrepreneur dia pasti punya
keterbatasan karena itu butuh orang-orang lain di sekitarnya yang bisa
ia delegasikan tugas dengan kualitas hasil yang kurang lebih sama
bagus dibanding kalau ia sendiri yang melakukannya. Syukur-syukur
kalau bisa mengerjakan lebih bagus daripada ia sendiri yang melakukan.
Sejauh yang saya tahu, entrepreneur besar yang kemudian sukses
melahirkan perusahaan2 besar, juga didukung oleh para anak buah yang
hebat yang mampu menerjemahkan keinginan owner, mampu bekerjasama,
loyal, dan mau mencari ide-ide terobosan bisnis tanpa diomelin si
owner sekalipun. Mari kita bercermin dari kasus Astra. Kenapa Astra?
Bagaimanapun Astra adalah salah satu perusahaan terbesar dan tersukses
di Indonesia, dan juga menerapkan sistem manajerial yang oleh para
ahli disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia.
Astra bisa besar dan menggurita seperti sekarang tak lepas dari
perintisnya, yakni om William Suryajaya. Beliau adalah pendiri Astra
yang awalnya bisnisnya juga trading, mensuplai kebutuhan beberapa
instansi, sebelum menjadi raja otomotif. Banyak orang yang tak tahu
kalau kalau Astra besar juga karena Om William punya beberapa anak
buah yang hebat saat perintisan yang notabene adalah beberapa
keponakannya sendiri. Sebut saja Pak TP Rachmat dan Pak Teddy Tohir --
masih ada beberapa yang lain.
Mereka ini sudah ikut Om William dari jaman susahnya dulu. Tapi mereka
inilah anak buah yang berbakat yang memberikan kontribusi besar kepada
si owner (entrepreneur) . Selain bekerja keras, juga capable dan punya
visi. Terbukti Astra kemudian besar dan para anak buah itu kemudian
juga mandiri menjadi enterpreneur yang sukses. Tedy Thohir kemudian
sukses mendirikan bisnis sendiri Group Wahana (dealership dan
financing untuk sepeda motor) -- Wom Finance. Sekarang bisnis dia
sudah diteruskan anak-anaknya (Garibaldi Tohir dan Erick Tohir). TP
Rachmat juga demikian. Orang ini, setelah lama menjadi Presdir Group
Astra setelah era Om William, ia juga mendirikan usaha sendiri,
Triputra Group yang kini juga menjadi salah satu kelompok usaha besar
di Indonesia. Saya kira orang Astra pasti mengakui Astra bisa besar
salah satunya karena andil TP Rachmat, karena orang inilah yang
membangun sistem di Astra. Dai juga cukup lama menjadi presdir Astra
sebelum kahirnya mengundurkan diri.
Bagi para pemula bisnis, memang tidak mudah meniru langkah Om William,
mencari anak-anak buah dari keluarga dekat yang hebat dan masih mau
dibayar murah saat merintis bisnis. Yang penting saya kira
semangatnya, cari anak buah terbaik sejauh yang bisa dilakukan. Jangan
asal comot. Bagaimanapun kemajuan bisnis amat ditentukan SDM-nya.
Kebetulan saya pernah tanya ke Pak TP Rachmat, apa rahasia beliau
membesarkan Astra dan juga bisnis sendiri, jawabnya, ialah SDM. Punya
tim yang hebat. Beliau kalau mau masuk di bisnis baru bukan bidangnya
dulu yang dicari, namun orangnya dulu. Ada nggak orang yang siap
beliau tempatkan sebagai CEO, GM, sbg. Beliau orang yang sangat
concern dengan man management atau people management dan inilah salah
satu pilar terpenting dalam bisnis. Kata beliau "kalau kita punya tim
atau anak buah yang bagus sudah seperti Rinso, bisa mencuci sendiri".
Saya juga tahu banyak soal Astra dari relasi saya Pak Harijanto,
beliau mantan tim-nya Pak TP Rachmat di Astra yang kemudian juga
sukses menjadi entrepreneur. Pak Harijanto, pengusaha sepatu yang kini
punya 9.000-an karyawan, juga menerapkan man management ala Astra di
perusahaannya. Dari mulai cara rekruitmen hingga bagaimana mengelola
anak buah (soal upah dll). Makanya di perusahaan Pak Harijanto ini
cukup harmonis meski pekerjanya ribuan orang. Beliau masih bisa nyanyi
bersama dan dangdutan bersama karyawannya atau makan bersama di kantin
perusahaan. Ini nggak gampang lho, apalagi saat ini banyak pemilik
perusahaan yang datang ke pabriknya sendiri takut. Takut didemo, takut
dikeroyok, takut dilempari kerikil, dll, karena soal upah dan sistem
ketenagakerjaan yang kurang baik. Makanya ada beberapa pabrik yang
dibakar atau disandera oleh karyawannya sendiri. Tragis. Mungkin
pemiliknya menangis juga kenapa dia yang punya perusahaan tapi mau
masuk pabriknya sendiri tak boleh. Tapi itu bisa jadi itu tuah dari
ulahnya sendiri, karena tidak menerapkan man/people management yang
baik, adil dan transparan.
Ada baiknya belajar dari Astra dan juga perusahaan yang menerapkan man
managemen dengan baik lainnya. Carilah anak buah yang baik, potensial
dan berbakat, lalu pertahankan dia dengan man management yang baik
(penggajian, training, dll). Semoga upaya perintisan bisnis
kawan-kawan semua sukses sesuai harapan.
Salam sukses dan sejahtera
"darmaactivation" dari milis: PSTTI_PPS_UI
Langganan:
Postingan (Atom)
Tulisan Popular Wakaf, Ekonomi dan Bisnis
110 halaman, Kertas Bookpaper, Ukuran 14,8 cm x 21 cm, ISBN 978-623-6121-22-1. Penerbit : Pustaka Learning Center, Malang, Februari 202...
-
Edisi Ke 10 : Volume 4 No.1 (Januari – Maret 2008) Isi Topik : 1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Bagi Hasil di Bank Syariah Mand...
-
Oleh: Jaharuddin Saya mendapatkan beberapa pertanyaan seputar bagaimana membuat, mendapatkan judul penelitian ekonomi Syariah, baik unt...
-
Assalam…pak , saya dapat nomor bapak dari internet, saya mahasiswa semester 6 jurusan ekonomi Islam di UNSIL Tasikmalaya, sebentar lagi akan...





