Tampilkan postingan dengan label Profil angkatan 3 PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil angkatan 3 PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2008

T. Rifqy Thantawi, SH, MSi

dilahirkan di jakarta, 23 september 1976. S1 ditamatkan di FH UI (2000) dan menyelesaikan S2 di PSTTI Ekonomi dan keuangan syariah UI tahun 2005.
Tesis : Pengaruh kebijakan bonus SWBI dan penjaminan pemerintah terhadap tingkat imbalan pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah di Indonesia

Muhammad Heykal, SE Ak, MSi

dilahirkan pada tanggal 26 november 1976 di Jakarta, menamatkan S1 di FE Trisakti jurusan Akuntansi, S2 di PSTTI Ekonomi keuanagn syariah UI.
tesis : Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan margin murabahab untuk produk pembiayaan pemilikan rumah (studi kasus : PT. Bank Syariah Mandiri)

Nasrah Mawardi, SE, MSi

dilahirkan di Jakarta tanggan 12 Juni 1957, menyelesaikan pendidikan S1 di FE UI Tahun 1984. S2 PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI tahun 2005. pernah bekerja sebagai staf pengajar pada akademi wiraswasta dewantara sampai tahun 1985.
Tesis : Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan Return bagi hasil deposito Mudharabah Muthlaqah studi kasus : Unit usaha Syariah Bank X

Rabu, 16 Juli 2008

Ayu Safira Purwanti, SE,MSi

Dilahirkan di Jakarta, 10 September 1977, S1 di FE Jurusan Manajemen UNAND Padang, S2di PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI
Tesis : Analisis SWOT dalam upaya pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Kuncoro Hadi, ST, MSi

dilahirkan di Jakarta, 18 Agustus 1975, S1 di FT Jurusan Teknik Sipil UGM, S2 di PSTTI Ekonomi dan keuangan Syariah UI, sekarang menjadi dosen dibeberapa kampus seperti di UI, Paramadina, Trisakti.
Tesis : Analisis Risiko harga saham syariah mengunakan daily earning at risk

Yuda Septia Fitri, SE, MSi

dilahirkan di Bandar lampung, 23 september 1976, S1 diselesaikan di FE jurusan Managemen UNILA, S2 di PSTTI UI, bekerja di IAIN Raden Intan Bandar Lampung
Tesis : Analisis perhitungan Resiko Kredit dengan pendekatan creditrisk + Portofolio (Studi Kasus pembiayaan Murabahah bai bithaman Ajil pada BMT Taqwa)

Teddy Sumirat Bassar, SE Ak, MSi

dilahirkan di Bandung, 13 Agustus 1968, S1 diselesaikan di FE jurusan Akuntansi Universitas Islam Bandung, S 2 dari PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI
Tesis : Dampak Kebijakan perbankan 1998 terhadap kinerja penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat pada bank syariah (Studi Kasus pada PT Bank Muamalat Indonesia)

Muhammad Syarif Surbakti, SE, MSi

dilahirkan di Medan 23 maret 1965, menyelesaikan S1 di FE jurusan Akuntansi USU, S2 di PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI
Tesis : Analisis Faktor-faktor penyebab Non Performing Financing studi kasus Bank Syariah "X" di Jakarta

Samsudin, MSi

dilahirkan di Tegal 30 Januari 1978, ia menyelesaikan pendidikan S1 di UIN Jakarta, Fakutas Syariah, jurusan Muamalat, selanjutnya menyelesaikan S2 di PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI agustus 2004
Tesis : Mengapa Nasabah memilih mengunakan jasa bank syariah ? (Studi Kasus pada BSM Cabang Thamrin)

Ita Rosita, SE Ak, MSi

dilahirkan di Jakarta, 6 Juni 1970. ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas ekonomi, jurusan akuntansi Universitas Brawijaya, Malang. pada 1995. program S2 diselesaikan pada februari 2005 di PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI Februari 2005.
Tesis : Pembiayaan Musyarakah di Perbankan syariah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Muhammad Sholahuddin, SE, MSi


dilahirkan di Surakarta, 28 Mei 1973. Staff Pengajar pada Univesitas Muhammadiyah Surakarta Ini memperoleh gelar S1 dari Universitas Negeri sebelas Maret, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen. Selanjutnyan ia menyelesaikan S2 di program Pascasarjana PSTTI Ekonomi dan Keuangan Syariah UI pada tahun 2005.
Tesis : Karakteristik dana Pihak ketiga di Bank Syariah pasca fatwa keharaman bunga bank
email : didinsolo@yahoo.com

CURRICULUM VITAE LENGKAP

Muhammad Sholahuddin

 Office :
Center For Islamic Economics Studies
Muhammadiyah University of Surakarta (UMS)
Jl. A.Yani Tromol Pos 1 Pabelan – Kartasura
Sukoharjo – Jawa Tengah – Indonesia
Postal Code : 57102

Tel : +0271 717417 ext. 228

 Personal :
■ Date dan Place of Birth : May, 28th, 1973; Surakarta, Indonesia.
■ Family Status : Married with four children.
■ Citizenship : Indonesia

 Education :
■ Magister of Science, Economic and Sharia Finance, January 2005, University of Indonesia
■ Economic Graduation, July 1998, Sebelas Maret University of Surakarta

 Employment History :
■ July 2006 – present : Chief for Lab of Management, Muhammadiyah University of Surakarta
■ Nov 2005 – present : Director of Center for Islamic Economic Studies, Muhammadiyah University of Surakarta
■ August 1998 – present : Lecturer of Management, Muhammadiyah University of Surakarta
■ July 1997 – August 1998 : Marketing Officer of Solonet - Internet Service Provider of Surakarta
■ Septt 1995 – August 1998 : Instructor of Computer for Office, Asya Computer Course Institution and Student Cooperative (KOPMA) UNS.

 Research :
■ Analysis for Motivation Factor in Islamic Boarding School Cooperative, 1998
■ Analysis for Gender Motivation in Muhammadiyah University of Surakarta, 2000 – 2005
■ Analysis of Fatawa for Third Party Fund in Islamic Banking of Indonesia, 2005
■ Fatawa Influence for Third Party Fund in Islamic Banking Of Indonesia, 2006
■ Islamic Banking Performance with CAMELS-MS, 2007

 Books
■ Author, Islamic Financial Institutions, Muhammadiyah University Press, 2005 [ISBN : 979-636-070-5]
■ Editor, Transaction and Islamic Business Ethics, Visi Insani Publishing, 2005 [ISBN : 979-3988-00-8]
■ Editor, Islamic Financial Market, Progressif Publishing, 2004 [ISBN: ………….]
■ Author, Principle of Islamic Economic, Handbook-unpublished, 2006
■ Author with KEI UNS, Summary of Islamic Economic, Handbook-unpublished, 2006
■ Author with Zulfa, Bank and Other Financial Institutions, UMS¸Handbook-Unpublished, 2005
■ Author, Islamic Economics, Handbook-unpublished, 2005

 Workshop, Training and Conference :
■ Presenter, Discussion on Fuel Liberation, Studen Executive Institution UMS Solo, June 2008
■ Participant, Workshop on Islamic Economics Teaching, Islamic University of Indonesia (UII), Yogyakarta, June 2008
■ Presenter, Workshop Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat Program Penerapan Iptek, Vucer, Vucer Multi Tahun (MVT), Uji Sibermas dan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan, UMS, February 2008
■ Presenter, The 5th International Seminar on “The Tawhidi Metodology and Application in Islamic Economics Finance and Developmant”, Held by University of Information Tehnologi and Sciences and The Post Graduate Program In Islamic Economics and finance, Trisakti University, Indonesia, January 2008
■ Participant, International Seminar and Workshop on Islamic Economic Teaching, Held by Economic Faculty of Airlangga University- Surabaya – Indonesia, January 2007
■ Participant, International Seminar & Workshop on Islamic Financial Engineering, Held by Post Graduate Program of Economic Faculty in Islamic University of Indonesia on Yogyakarta, Jan 2007
■ Participant, Seminar Bulanan MES & SIGMA CIPTA CARAKA “Dampak Penerapan PSAK dalam Transaksi Keuangan Syari’ah”, Financial Hall, Graha Niaga Lt 2, December 2007
■ Participant, Having joined the Short Course on Sharia Banking Conducted by The Islamic Banking School STEI Yogyakarta Supported by Bank Indonesia (BI) Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Negara Syari’ah (BNI Syari’ah), Bank Syaria’ah Mandiri (BSM), and Bank Tabungan Negara Syari’ah (BTN Syari’ah), November – Desember 2007
■ Participant, Pelatihan Proses Pembelajaran Dengan Pemanfaatan Multimedia oleh Program Hibah Kompetisi (PHK) Al- Batch III FE UMS, Juli 2007
■ Presenter, Workshop Kurikulum Jurusan Akuntansi FE UMS, November 2007
■ Pemakalah, Workshop Pemaparan Hasil Penelitian Program Dosen Muda, Studi Kajian Wanita , Penelitian Fundamental, Hibah Bersaing, dan Hibah Pekerti Tahun 2007, LPPM UMS dengan DP2M Ditjen Dikti, November 2007
■ Trainer, Pelatihan Perbankan Syariah, diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Fakultas Ekonomi UMS, November 2007
■ Pemakalah, Simposium Nasional Sistem Ekonomi Islam III, Magister Manajemen UNPAD, November 2007
■ Trainer, Pelatihan Perbankan Syariah, diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) Fakultas Ekonomi UMS, November 2007
■ Pemakalah, Simposium Nasional Sistem Ekonomi Islam III, Magister Manajemen UNPAD, November 2007
■ Participant, Penataran dan Lokakarya (PENLOK) Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa, Universitas Islam Sultan Agung, Oktober 2007
■ Participant, Penataran dan Lokakarya (PENLOK) Penyusunan Proosal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2007, Diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Depdiknas bekerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Oktober 2007
■ Presenter, Training Guru SMU Sederajat Ekonomi Syariah, Solo, Mei 2007
■ Participant, Workshop Sitem Perbankan syariah, Program Hibah Kopetisi (PHK) A-1Batch III Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FE- UMS, Mei 2007
■ Participant, Pelatihan Penguatan Metodologi Penelitian , Program Hibah Kompetisi PHK) A-1Batch III Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FE- UMS, Maret 2007
■ Participat, Sarasehan Forum Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-IndonesiaUMS, Maret 2007
■ Organizing Committee, Sarasehan Forum Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia, UMS, Maret 2007
■ Participant, International Seminar and Workshop on Islamic Economic Teaching, Held by Economic Faculty of Airlangga University- Surabaya – Indonesia, January 2007
■ Participant, International Seminar & Workshop on Islamic Financial Engineering, Held by Post Graduate Program of Economic Faculty in Islamic University of Indonesia on Yogyakarta, Jan 2007
■ Participant, International Seminar & Workshop on Islamic Financial Engineeing, Januari 2007
■ Participant, Workshop Nasional Rekonstruksi Pengajaran Ekonomi Islam, FE Universita Airlangga, Januari 2007
■ Participant, Workshop Kurikulum Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntasi (SIA), Desember 2006
■ Participant, The 4th International Conference on The Blueprint Of the Ummah in The 21st Century, Trisakti University, Indonesia, Desember 2006
■ Participant, The 4th International Conference on The Blueprint of the Ummah in the 21st Century, Held by Islamic Economic Finance Trisakti University of Jakarta, Dec 2006
■ Participant, Workshop on Accounting Information System, Held by Accounting Department on Grant Competition A-2, Dec 2006
■ Participant, Workshop on Export Marketing Strategy, Held by BBPEI cooperate with Economic Faculty of UNS, Nov 2006
■ Participant, Workshop on Sharia Risk Management, Nov 2006
■ Participant, Sharia Risk Management,Graha Niaga - Jakarta, November 2006
■ Participant, Pelatihan Strategi Pemasaran Ekspor, Balai Besar Pedidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) dan FE UNS, November 2006
■ Presenter, Discussion on Management Student Association UMS, September 2006
■ Presenter, The International Conference on Islamic Economic, Held by Association Islamic Economist of Indonesia, 2006
■ Participant, Workshop Active Learning, FE UMS, Mei 2006
■ Participant, Workshop on Active Learning, Held by Quality Assurance Center UMS, May 2006
■ Aktive Participant, Islam and The West : Cooperation Or Confrontation, Surakarta , February 2006
■ Participant, International Seminar on Islam and The West: Cooperation or Confrontation, Held by Muhammadiyah Univeristy of Surakarta, Februari 2006
■ Participant, The International Confeerence and Workshop on Islamic Economics, held by Gajah Mada University of Yogyakarta and Shaleh Kamil Center for Islamic Economics Al-Azhar University of Cairo Egypt, July 2005.
■ Presenter, The International Seminar of Empowering Economy and Business In Free Trade Era, Held by Muhammadiyah University of Surakarta, Dec 2005
■ Presenter, Seminar of Islamic Economic and Sharia Accounting, Held by UNIBA Surakarta, Juli 2005

Amat Yunus, SE, MSi

Amat Yunus dilahirkan di Purworejo, 26 Juli 1969, Alumnus program pasca sarjana Studi Timur Tenggah dan Islam - UI, Kekhususuan Ekonomi dan Keuangan Syariah (Lulus Desember 2004) menyelesaikan S1 di STIE Tri Dharma Widya. ia kini bekerja di Bank Indonesia.
Tesis : Faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunakan jasa perbankan syariah (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Bekasi)

Senin, 14 Juli 2008

Office Chanelling, Hypermarket Keuangan Produk Investasi dan Produk Generik


Oleh Edit Estetika
Sering kita mendengar istilah office chanelling, tapi masih banyak juga orang yang ragu dan curiga dengan layanan syariah office chanelling. Bahkan ada yang mengeluarkan pendapat ; “Katanya bank syariah, tapi kok menabungnya di bank konvensional?, jangan-jangan sebenarnya produknya adalah tetap produk konvensional tapi dikemas dalam bentuk syariah”. Apa sebenarnya pengertian dari layanan syariah office chanelling?, bagaimana persyaratan yang harus dipenuhi oleh bank konvensional agar dapat membuka layanan syariah office chanelling? Berikut ini petikan wawancara Amalia dari kantor Berita Ekonomi Syariah, www.pkesinteraktif.com dengan Bapak Edit Estetika, Branch Manager, Syariah Branch Manager Permata Bank mengenai seluk beluk layanan syariah office chanelling.

Sebenarnya apa pengertian dari office chanelling? karena masih banyak orang-orang yang beranggapan bahwa katanya bank syariah tapi kok pelayanannya di bank konvensional? Bagaimana penjelasan bapak tentang hal ini?

office chanelling adalah merupakan bahasa populer yang selama ini ada di masyarakat, namun sebetulnya yang dimaksud dengan office chanelling adalah layanan syariah yang meliputi kegiatan perbankan dalam penghimpunan dana, pembiayaan dan pemberian jasa perbankan lainnya berdasarkan prinsip syariah yang dilakukan di kantor cabang pembantu, untuk dan atas nama kantor cabang syariah pada bank yang sama. Jadi artinya masyarakat bisa mengakses layanan perbankan syariah di kantor cabang konvensional. Jadi secara singkatnya pengertian office chanelling adalah bahwa nasabah bisa melakukan segala transaksi keuangan syariah di perbankan konvensional.

Persyaratan apa saja yang dikeluarkan oleh BI berkaitan dengan syarat yang harus dipenuhi oleh bank konvensional untuk bisa membuka layanan office chanelling?

Tujuan office chanelling ini adalah untuk memperluas accessibility, yang disyaratkan oleh BI pertama kali adalah bank umum konvensional tersebut harus memiliki unit usaha syariah terlebih dahulu, kemudian membuka kantor cabang syariah sebagai induknya didalam satu wilayah kerja BI atau di dalam satu wilayah provinsi, sehingga seluruh cabang konvensional di wilayah tersebut siap untuk memberikan layanan syariah. Tentu saja semua itu harus didukung oleh kesiapan teknologi sistem informasi yang memadai, juga sistem pengendalian dari kantor cabang syariah induknya. Dan yang terpenting adalah bahwa semua aktifitas transaksi tersebut dicatat dan dibukukan secara terpisah dari kantor cabang dan atau kantor cabang pembantu layanan syariah itu berlokasi. Disitu terlihat adanya pemisahan antara mana untuk yang layanan konvensional dan mana yang untuk syariah.

Ketika bank konvensional memulai proses untuk membuka layanan office chanelling apakah BI juga ikut mengawasi atau bagaimana? Atau diserahkan sepenuhnya kepada bank yang bersangkutan?

Ketika kita megirimkan izin kepada BI untuk membuka layanan syariah office chanelling, BI juga akan melakukan pemeriksaan. Sehingga poin yang terpenting ketika masyarakat ingin mengakses layanan perbankan syariah dari bank konvensional dapat diketahui dengan adanya logo industri perbankan syariah, dimana disitu akan tertulis : “Kami siap memberikan layanan syariah”, atau sekarang kita juga bisa melihat adanya logo IB (Islamic Banking). Logo ini akan memudahkan masyarakat untuk mengenali bahwa di bank konvensional tersebut memberikan layanan syariah


Untuk membuka layanan office chanelling, persiapan apa saja yang harus disiapkan oleh bank konvensional itu sendiri?

Persiapan layanan syariah office chanelling terutama dari sisi SDM dan IT. Dua hal itu merupakan yang paling dominan. Tidak lupa bahwa kita juga harus memasukkannya dalan rencana bisnis bank itu sendiri.

Proses untuk mempersiapkan layanan office chanelling itu kira-kira berapa lama?

Itu tergantung dari kesiapan sdm dan kesiapan IT nya. Yang kisarannya rata-rata untuk bisa mempersiapkan layanan office chanelling adalah antara 2 sampai 3 bulan.

Bapak tadi menyebutkan bahwa salah satu yang harus dipersiapkan dalam membuka layanan office chanelling adalah kesiapan dari sdm nya. Selama ini yang dilakukan Permata Bank Syariah untuk mempersiapkan sdmnya bagaimana? Apakah dengan meng up grade sdm yang sudah ada atau merekrut sdm baru?

Dua-duanya kita lakukan. Jadi untuk proses akselerasi, kita juga melakukan up grade dari sdm yang sudah ada, teman-teman sdm yang sudah memahami operasional yang sekarang, tinggal kita up grade prinsip-prinsip syariahnya. Adapun untuk sdm yang baru, selain tentang pemahaman produk dan prinsip-prinsip syariah, kita tambahkan dengan pemahaman tentang praktek-praktek operasional perbankan.

Selama ini berdasarkan pengalaman Bapak yang telah banyak melakukan pembukaan layanan office chanelling di Permata Bank Syariah, hambatan/kendala apa saja yang pernah bapak hadapi?

Hambatannya biasanya lebih kearah bagaimana bisa mengkomunikasikan atau memahami tentang produk-produk syariah itu sendiri ke masyarakat,terutama istilah-istilahnya. Kemudian yang kedua tentang prinsipnya dan disisi lain adalah tentang meyakinkan bahwa apakah sistem tersebut bisa bagus dan bisa juga diterima oleh masyarakat pada umumnya. Kurang lebih seperti itu.

Menurut bapak Strategi apa yang bisa dilakukan oleh bank konvensional agar proses layanan office chanelling tersebut bisa berjalan sukses dan lancar, terutama dengan kesiapan sdm yang di front liner seperti teller dan costumer service. Apalagi tadi bapak sebutkan bahwa banyak terdapat istilah-istilah yang tidak umum dan tidak ada di bank konvensional. Yang dilakukan oleh Permata Bank Syariah seperti apa?

Key success factornya adalah top manajemen memiliki kesungguhan dan komitmen yang tinggi untuk mengembangkan perbankan syariah,dalam hal ini Permata Bank yang share nya dimiliki oleh Standard Chartered Bank juga memiliki Islamic Bank yang pusatnya di Dubai. Sehingga mereka sendiri memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembankan perbankan syariah melalui Permata Bank Syariah. Dengan adanya komitmen tersebut, maka kami dari front liner juga tergerak untuk bisa memiliki visi dan misi yang sama bahwa layanan syariah merupakan sesuatu hal yang bagus. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi nasabah. Dan tujuan utama kami adalah memberikan layanan yang excellent untuk nasabah. Menjadi penyedia jasa keuangan syariah terkemuka di Indonesia merupakan prioritas kami.

Bagaimana Permata Bank Syariah melakukan pengawasan atas jalannya office chanelling itu sendiri ?

Selain kami juga memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang secara reguler dan berkala mengunjungi semua kantor cabang, kami juga memiliki unit internal audit yang memastikan bahwa keseluruhan proses sudah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan prosedur yang berlaku. Selain itu, kami juga melakukan up grade semua sdm kami secara berkala tentang pemahaman baik dari segi service, dari sisi operation, termasuk juga dari sisi bisnisnya.

Selama ini sudah berapa banyak Permata Bank konvensional yang memberikan layanan syariah melaui office chanelling?

Sudah ada 200 lebih yang tersebar di Sumatra Utara (Medan), Jabotabek, Bogor, Jawa Barat, Jawa Tengah, jawa Timur, Makassar dan Pekanbaru. Kita juga akan mengembangkan lagi untuk di empat kota, yaitu Palembang, Yogya, Denpasar ataupun Padang.

Yang akan dibuka di Palembang, Yogya, Denpasar dan Padang, apakah untuk layanan office chanelling atau membuka kantor cabang syariah?

Tahapan yang akan kami lakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan dari BI, kita mesti membuat kantor cabang syariah terlebih dahulu, setelah kita mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang syariah, selanjutnya baru kita bisa membuka layanan office chanelling di bank konvensional kami.

Dengan dibukanya layanan office chanelling, bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan bisnis baik bagi Permata Bank maupun Permata bank Syariah? Apakah Permata Bank tidak khawatir nasabahnya akan berpindah ke Permata Bank Syariah?

Ini memang merupakan hal yang menarik bahwa komitmen kami dari Permata Bank untuk memberikan nilai yang lebih buat nasabah, karena Permata Bank sendiri berusaha untuk memberikan jasa keuangan yang bagus, sehingga nasabah memiliki pilihan alternatif produk. Kurang lebih jika dibandingkan dengan nasabah tersebut shopping ke perbankan syariah lainnya, di Permata Syariah juga ada layanan konvensional dan syariahnya. Sehingga alternatif produknya sangat banyak. Bisa dikatakan bahwa outlet-outlet dari Permata Bank yang tersebar merupakan hypermarket keuangan, jadi mulai dari produk-produk investasi dan produk-produk yang generik pun kami ada, baik dari asset maupun liabilities. Otomatis dari sisi bisnis, dengan adanya layanan office chanelling meningkatkan bisnis kami.

Harapan Bapak terhadap pemerintah dan BI agar bank syariah bisa terus maju sehingga akselerasi perbankan syariah 5% bisa tercapai dan bahwa sistem syariah juga tidak kalah dari sistem konvensional?Apakah perlu adanya regulasi dan kebijakan baru?

Saya pikir untuk regulasi yang ada sekarang sudah akomodatif, yang kita perlukan sekarang adalah bagaimana kita semua sama-sama mengkomunikasikan dan melakukan sosialisasi bersama. Artinya semacam proses marketing komunikasi. Bagaimana kita lebih mendorong lagi awareness masyarakat Indonesia terhadap perbankan syariah dimasa yang akan datang.

Tadi bapak menyebutkan mengenai awarness masyarakat. Menurut bapak, untuk meningkatkan awarness masyarakat ini tanggung jawab siapa?apakah hanya BI, Ulama atau siapa? Karena seperti kita kita ketahui bahwa so far akselerasi perbankan syariah baru mencapai 1,9% dari 5% target yang ingin dicapai oleh BI.

Ini merupakan tanggung jawab kita semua yang sudah mengetahui tentang perbankan syariah, ini merupakan bagian dari dakwah kita. Bahwa sistem syariah merupakan salah satu sistem ekonomi yang bagus. Sehingga ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melakukan sosialisasi perbankan syariah. Kita dapat mulai dari kita sendiri untuk saling bahu membahu mensosialisasikan perbankan syariah ke seluruh masyarakat.Karena kalau bukan kita sendiri ,siapa lagi yang akan memajukan perbankan syariah?. (aml,www.pkesinteraktif.com)

Ateng Kusnadi, SE, MSi


Ateng Kusnadi
dikenal sebagai Direktur Utama PT Ahad-Net Internasional, sebuah perusahaan MLM (Multi Level Marketing) Islami pertama di Indonesia.

Rabu, 02 Juli 2008

Agus Edi Sumanto, MM, MSi


Agus Edi Sumanto

Tidak tenang bekerja di perusahaan asuransi konvensional, Agus Edi Sumanto hijrah ke perusahaan asuransi syariah. Di situ ia menemukan ketenangan hati, sampai akhirnya ia menduduki posisi puncak di PT. Asuransi Takaful Keluarga.

Untuk mendapatkan amanah sebagai direktur utama dari perusahaan asuransi syariah sekelas PT. Asuransi Takaful Keluarga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh persiapan dan proses yang tidak pendek. Setidaknya itulah yang dirasakan Agus Edi Sumanto, lelaki kelahiran Ponorogo, 19 Agustus 1963, yang pada bulan Juli lalu diangkat sebagai Direktur Utama PT. Asuransi Takaful Keluarga.

Pengalaman hidup dan perjalanan karirnya mengajarkan satu hal: Kesuksesan itu tidak ada yang gratis. Untuk mencapainya, seseorang harus mempunyai persiapan yang matang, melalui proses yang tidak gampang, niat baik dan kerja keras. Inilah prinsip-prinsip yang dipakai Agus. Kepercayaan yang ia terima tak lain karena implementasi prinsip-prinsip itu dengan benar, ditambah kapasitasnya yang sudah teruji di bisnis asuransi.

“Jangan banyak menuntut sebelum anda sendiri mempersiapkan diri dan layak diberi amanat. Karena itu, saya selalu mencari dan mencari untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi nanti,” papar bapak tiga anak yang salah satu putrinya, Adwina Aisyah Dewi, mondok di Pondok Gontor Putri 1 Mantingan, Ngawi.

Agus juga percaya bahwa segala sesuatu itu akan didapat jika ada niat baik dan kerja keras. Bagi alumni ITS tahun 1982 jurusan statistika ini, Allah menilai seseorang bukan dari hasilnya, tapi lebih dari itu adalah prosesnya. Jika hasilnya banyak, tapi prosesnya curang, di mata Allah itu tidak ada artinya. Sedang hasil yang sedikit dengan proses yang benar, maka Allah akan memberkahi usahanya.

Kebiasaan bekerja keras dan melakukan persiapan sebaik mungkin ini diilhami oleh orangtuanya, Sayyid dan Suci. Keduanya petani tulen yang giat bekerja di daerah Bangsalan, Sambit, Ponorogo. Wejangan orangtuanya agar bekerja keras, jujur, menghargai orang lain dan waktu, menggugah Agus untuk selalu berbuat yang terbaik dalam menjalan tugas-tugasnya.

“Saya tahu banyak bagaimana orangtua saya bekerja. Itu cambuk bagi saya untuk bekerja yang terbaik,” ujar Agus yang juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah.

Hijrah dari Konvensional ke Syariah

Sebelum memutuskan hijrah dari perusahaan asuransi konvensional, Agus merasakan ada sesuatu yang hilang dalam dirinya, yaitu ketenangan batin dalam menjalani hidup. Selama berada di perusahaan konvensional, ia sudah menjabat sebagai Kepala Divisi Teknik dan Pengembangan Produk—sebuah posisi yang menghasilkan cukup income besar saat itu. Tapi ia merasa dirinya hanya dipenuhi pikiran untuk mencari uang, uang dan uang. Sedangkan nilai-nilai yang sifatnya spiritual terabaikan.

Setelah melalui proses yang panjang dan kecamuk yang ada dalam dirinya, Agus akhirnya memutuskan hijrah ke PT Asuransi Takaful Keluarga. Tahun pertama di perusahaan asuransi syariah itu, ia merasa penghasilannya menyusut setengah. Agus sadar, inilah salah satu resiko yang harus ia hadapi. Kendati begitu, ia tidak berkecil hati. Ia tetap optimis bisa membangun Takaful menjadi lebih baik.

Berkat pengalamannya di perusahaan asuransi konvensional, Agus pun diberi amanat menjabat Kepala Divisi. Tanggung jawabanya meliputi pengembangan bisnis korporat, bancassurance dan health insurance, pengembangan produk, pricing, analisis biaya, riset pasar, memelihara hubungan dengan nasabah korporat, menutup bisnis korporat berskala besar, kompensasi agen serta bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas divisi sesuai dengan SOP.

Semua dikerjakan Agus dengan maksimal. ”Saya mencoba membenahi hal-hal yang kurang pas. Alhamdulillah cukup berhasil,” ujar lulusan Magister Sains (MSi) dari Ekonomi dan Keuangan Syariah Universitas Indonesia ini tenang.

Berkat keberhasilannya itu, tahun 2004 Agus dipindah ke posisi yang lebih tinggi, yakni di PT Syarikat Takaful Indonesia—perusahaan induk dari PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum. Di situ ia diangkat sebagai Kepala Divisi Corporate Strategy & Business Development yang bertanggung jawab atas pengembangan bisnis dan strategi perusahaan.

Di divisi ini, meski tantangannya lebih berat, potensi Agus lebih terasah. Salah satu agenda utamanya adalah mengubah mindset masyarakat tentang asuransi. Saat ini, menurut Agus, sebagian besar masyarakat masih melihat bisnis asuransi hanya sebagai urusan kematian, kecelakan, kebakaran, klaim yang susah, berbelit-belit, dan lain sebagainya. Citra yang miring ini juga dialami asuranasi syariah Takaful. Apalagi, ketika itu, Takaful masih perusahaan baru dan masih kecil. “Ini tantangan tidak mudah,” tegas Agus.

Takaful akhirnya merubah visi dan misi perusahaannya. Ia bukan perusahaan yang hanya berkutat pada masalah kematian dan kecelakaan, tapi juga memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat. Takaful juga menawarkan jasa dan keuangan syariah yang dikelola secara profesional, adil dan amanat.

Setelah berjalan dua tahun, Agus diangkat menjadi Direktur Pemasaran di Takaful. Ini mengingatkan dirinya ketika bekerja di divisi pemasaran Bank Internasional Indonesia (BII). Saat itu, ia pernah mencapai target penjualan Rp 1 milyar lebih dalam setahun. Kenangan ini pula yang memberikan semangat bagi dirinya untuk menjual produk lebih baik di banding saat di BII.

“Alhamdulillah saya pernah menjadi marketing perusahaan asuransi konvensional. Ketika saya diberi amanat menjadi direktur pemasaran, saya sudah siap dengan tugas tersebut,” papar Agus.

Saat menjabat sebagai direktur pemasaran, ia mengerahkan partner kerjanya untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah (pemegang polis). Sebab, dari sanalah perusahaan akan berjalan dengan baik dan dipercaya masyarakat. Namun, tanpa didukung oleh sistem marketing yang baik, mustahil nasabah akan tertarik dan bergabung menjadi nasabahnya.

“Pada prinsipnya, di bidang layanan jasa dan lembaga keuangan, semua orang adalah marketer (pemasar). Baik yang diduduk di level tertinggi, seperti direktur hingga level terbawah seperti office boy. Semuanya marketer dan berlaku serta bersikap sebagai seorang pemasar dalam melayani nasabahnya. Karena tujuannya sama, saling mendukung,'' tandas Agus.

Menurut Agus ini, paradigma bahwa tugas bagian marketing hanya menjual adalah salah. Orang keuangan pun marketer yang berfungsi mengadministrasikan premi. Orang teknik juga marketer yang bertugas mendesain produk, menyiapkan polis dan meng-handle klaim. Sedang orang front line (agen) juga marketer yang melakukan closing (penutupan). ''Jadi semuanya memiliki tujuan yang sama untuk kepentingan perusahaan,'' jelasnya.

Dengan begitu, kata Agus, akan dihasilkan kinerja yang saling mendukung antara satu dengan lainnya. Tujuannya tak lain, tercapainya target perusahaan yang merupakan bentuk pertanggungjawaban kerja Agus. Sampai di sini, bukan hal yang mengherankan, jika selama dipegang Agus, pemasaran Takaful berhasil mencapai premi sebesar Rp 116 milyar atau naik 65 % di banding tahun sebelumnya.

Puncaknya, pada bulan Juli 2007, suami dari Dewi Kustiawati ini akhirnya diberi amanah menjadi Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga. Tugas yang makin besar, terutama untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi “Top Ten” di industri asuransi. “Saat ini Takaful masih 20 besar di industri asuransi. Tahun 2011 harus bisa masuk “top ten”-nya,” tandasnya. Semoga berhasil, Pak.

Fathurrozi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP:

Ir. AGUS EDI SUMANTO, MM, MSi,

Ponorogo, 19 Agustus 1963

KUALIFIKASI PROFESIONAL

Ahli Asuransi Indonesia Jiwa, AAIJ.
Ajun Aktuaris Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI).
Associate of International Association of Registered Financial Consultants.
Memiliki Sertifikat di bidang Investment-Linked dari Singapore College of Insurance.
Memiliki sertifikat sebagai Investment Manager Representative dari BAPEPAM.
Berlisensi sebagai wakil penjual reksa dana (Mutual Fund Selling Agent) dari BAPEPAM.
PENGALAMAN KERJA

Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga (Juli 2007—sekarang).
Direktur Pemasaran PT Asuransi Takaful Keluarga (2006)
Kepala Divisi Corporate Strategy & Business Development PT Asuransi Takaful Keluarga (2004–2006)
Kepala Divisi Corporate Business, Bancassurance & Health Insurance PT Asuransi Takaful Keluarga (2000–2004)
Kepala Divisi Teknik dan Pengembangan Produk PT Eka Life, Jakarta, dan Pjs Kepala Divisi Dana Pensiun (DPLK Eka Life) (1995–2000).
Account Relation Manager (Marketing) PT BII Lend Lease (1992–1995).
Asisten Manajer Marketing PT Bank Internasional Indonesia (1992–1993).
Actuarial Marketing PT. Tugu Jasatama Reasuransi Indonesia (1991–1992)
Actuarial Marketing PT Marein (Reinsurance Company) (1988–1991).
ORGANISASI

Sekjen di Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI)
Sekretaris IV di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Wakil Ketua Komisariat V di Asosiasi Asuransi Indonesia Jiwa.
Instruktur pada IARFC Indonesa dan Kepala Divisi Perencanaan Keuangan Islami.


Semua orang di Takaful adalah marketter

Sebagai sebuah institusi yang bergerak dalam bidang layanan jasa, PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) --induk dari PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU),-- memberikan yang terbaik kepada nasabah (pemegang polis) merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan. Sebab, dari sanalah perusahaan akan berjalan dengan baik dan dipercaya masyarakat. Namun, tanpa didukung dengan sistem marketing yang baik, mustahil nasabah akan tertarik dan bergabung menjadi nasabahnya. Istilahnya adalah teamwork.

''Pada prinsipnya, di bidang layanan jasa dan lembaga keuangan, semua orang adalah marketer (pemasar). Baik orang tersebut diduduk di level tertinggi seperti direktur hingga level terbawah seperti office boy. Semuanya adalah marketer dan berlaku serta bersikap sebagai seorang pemasar dalam melayani nasabahnya. Karena tujuannya sama, saling mendukung,'' ujar Agus Edi Sumanto, Direktur Pemasaran ATK.

Menurut Edi yang juga staf pengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini, paradigma tentang marketing yang tugasnya hanya menjual saja. ''Penjual adalah marketer. Padahal, semua orang yang bergerak dalam bidang layanan jasa dan keuangan, adalah marketer melayani nasabah,'' ujarnya.

Orang yang berada di bagian keuangan, kata Edi, adalah seorang marketing yang berfungsi mengadministrasikan premi. Seorang teknik adalah marketing yang bertugas untuk mendesain produk, menyiapkan polis dan meng-handle klaim. Sedangkan orang yang berada di front line (garis depan, agen) adalah orang yang melakukan closing (penutupan). ''Jadi, semuanya memiliki tujuan yang sama untuk kepentingan perusahaan,'' jelas pria yang sempat menduduki posisi sebagai Corporate Strategy STNI ini.

Edi menambahkan, dengan demikian maka akan dihasilkan suatu kinerja yang saling mendukung antara yang satu dengan yang lain. ''Tidak ada lagi yang merasa bahwa pekerjaan itu bukan tugasnya,' paparnya.

Tujuan dari semua itu, lanjutnya, adalah tercapainya target perusahaan. Sebab, hal itu merupakan amanah yang harus dijalankan, sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada perusahaan bersangkutan dan bekerja sesuai dengan yang digariskan agama.

Edi berharap, Takaful sebagai salah satu lembaga keuangan syariah, tidak hanya mengejar profit dari sisi finansial. Tetapi juga adanya pengembangan potensi-potensi yang ada di masyarakat. Karena itu, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya mencanangkan TAA yaitu Takaful Autorized Agent. Ini adalah salah satu proses pemberdayaan masyarakat untuk menjadi enterpreneur di bidang asuransi. ''Bentuknya mirip franchise seperti alfamart dan lain sebagainya,'' jelas Edi.

Dengan konsep ini, kata dia, maka daerah-daerah yang tidak memiliki cabang Takaful, diharapkan akan muncul tenaga-tenaga baru yang siap memasarkan produk asuransi dan menjelaskan pentingnya asuransi bagi diri pribadi, keluarga dan masyarakat sekitarnya. ''Memelihara dan melindungi diri, keluarga dan harta adalah kewajiban bagi setiap orang muslim, khususnya,'' papar alumnus Magister Sain (MSi) dari Universitas Indonesia ini.

(Republika, 31 Juli 2006, Advertorial)

Tulisan Popular Wakaf, Ekonomi dan Bisnis

  110 halaman, Kertas Bookpaper, Ukuran 14,8 cm x 21 cm,   ISBN 978-623-6121-22-1.  Penerbit : Pustaka Learning Center, Malang, Februari 202...