Selasa, 04 November 2008

Workshop Kurikulum Ekonomi Islam


Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Surabaya
Insya Allah menyelenggarakan "Workshop Kurikulum Ekonomi Islam".

Workshop ini dibagi dua yaitu Seminar Internasional Ekonomi Islam dan dilanjutkan dengan Workshop Kurikulum Ekonomi Islam. Kegiatan ini dilaksanakan karena antusiasnya masyarakat pada pengetahuan mengenai Ekonomi Islam, terutama masalah pengelolaan keuangan dan investasi dibidang syariah.

Acara ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 12 November-14 November 2008 bertempat di hotel Surabaya Plaza (d.a Radison).
Pembicara dari luar Unair yang sudah memastikan hadir adalah:
1. Wibisono (Deputi KBI Surabaya)
2. Datuk Prof. Dr. Syed Othman Al Habshi (INCEIF Malaysia)
3. Dr. H. Arie Mooduto,SE (Direktur Div. Syariah LPPI Jakarta)
4. Prof. Dr.Ali Mufradi,MA (IAIN Sunan Ampel Surabaya)
5. Prof. Dr. Iwan Triyuwono,Ak (FE Unibraw,Malang)
6. Prof.Dr. Didin Hafidudin (IPB Bogor)

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah: (1) untuk membahas kurikulum Ekonomi Islam yang berbasis kompetensi untuk jangka waktu 3-5 tahun ke depan sebagai bahan peningkatan kualitas proses belajar mengajar, (2) memberikan motivasi pada setiap perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulum Ekonomi Islam, (3) Meningkatkan kerja sama antar perguruan tinggi penyelenggara pendidikan Ekonomi Islam.

Kegiatan workshop akan dimulai dengan seminar Internasional yang dimulai pada hari Rabu, 12 November 2008 jam 13.00-16.30, dengan pembicara ahli yang membicarakan perkembangan ekonomi Islam baik dalam skala lokal maupun global. Pembicara pertama adalah Bapak Wibisono dari Deputi Kantor Bank Indonesia Surabaya yang membahas perbankan syariah di tanah air serta blue print pengembangannya. Pembicara kedua Datuk Prof. Dr. Syed Othman Al Habshi (INCEIF Malaysia) yang membahas tentang keuangan syariah dalam lingkup regional dan internasional, dan pembicara ketiga Prof. Dr. H Suroso Imam Zadjuli,SE (Unair) yang akan membahas pengembangan akademisi di bidang ekonomi Islam.

Workshop kurikulum ekonomi Islam diselenggarakan setelah sesi seminar yang dimulai pada jam 19.00-21.00. Panel 1 yang membahas tentang prospek perkembangan ekonomi Islam, strategi, serta pangsa pasar Lulusan Ekonomi Islam dengan panelis Dr. H. Arie Mooduto,SE (Direktur Div. Syariah LPPI Jakarta) dan H. Karjadi Mintaroem (Unair).

Pada hari kedua, Kamis,13 November 2008 akan terbagi dalam 4 panel yaitu panel rumpun keilmuan aspek syariah, panel rumpun keilmuan aspek Ilmu Ekonomi, panel rumpun keilmuan aspek Akuntansi, dan panel rumpun keilmuan aspek Ilmu Manajemen. Keempat panel ini akan dimulai pada jam 08.00-15.30. Dalam setiap panel bahan materi disampaikan dengan bentuk diskusi panel, presentasi dan brainstorming silabi dan GBPP, sesuai rumpun keilmuan, kemudian dilengkapi dengan pemikiran dan paparan dari perguruan tinggi- perguruan tinggi baik negeri atau swasta, baik yang berbasis agama maupun yang umum mengenai strategi pengembangan kurikulum masing-masing. Hasil dari diskusi panel ini akan dilanjutkan dengan pembahasan komisi untuk setiap rumpun keilmuan yang direncanakan berarkhir pada jam 21.00.

Pada hari ketiga, Jum’at 14 November 2008 diisi dengan sidang pleno dari pembahasan setiap komisi. Hasil dari paparan sidang komisi inilah yang diharapkan dapat menyemangati para akademisi di fakultas ekonomi untuk membuka atau paling tidak menambahkan konsentrasi mengenai keislaman dalam materi ilmu ekonomi. Sehingga hasil dari workshop ini akan membuat jaringan para akademisi yang concern dengan Ekonomi Islam akan semakin luas sekaligus diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi dan bisnis dalam bingkai keislaman untuk menuju Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur. Dan akhirnya para peserta workshop ini bisa mengikuti city tour di wilayah Surabaya yang diarahkan pada tempat – tempat yang memiliki nuansa religius sekaligus belanja eksekutif di plaza yang terkemuka di kota Surabaya.

Kontak Acara : Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Unair 031-5033642
www.unair.ac.id

Tidak ada komentar: