Pengumuman

Untuk memudahkan bagi anda yang membutuhkan jurnal/buku/procedding Ekonomi Syariah, berbentuk pdf, bisa menghubungi Perpustakaan STIE Bisnis Indonesia (STIE BI) Ciputat, Telp. 021-7423390, 7423391 Ext. 101, email:stiebiciputat@yahoo.co.id, dengan Okta/Siti

Selasa, 26 Agustus 2008

Peminat Sukuk Melonjak


Selasa, 26 Agustus 2008 | 14:55 WIB
Laporan Wartawan Persda Network Hasanuddin Aco

JAKARTA, SELASA - Minat investor terhadap surat berharga syariah negara (SBSN) atau Sukuk Negara Seri IFR-0001 dan Seri IFR-002 tergolong tinggi. "Ini dibuktikan dengan over-subscription 1,6 kali dimana total permintaan mencapai Rp 8,070 triliun dari target indikatif sebesar Rp 5 triliun," kata Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/8).

Menurut Rahmat porsi permintaan dari investor domestik cukup tinggi sekitar Rp 7,1 triliun atau 88 persen dari total permintaan. "Terdapat investor individu yang menyampaikan bids. Ini artinya ada kelompok masyarakat yang tak sabar menunggu Sukuk Ritel," katanya.

Pemerintah menunjuk tiga agen penjual Sukuk yakni Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Securities.

Sebelumnya pemerintah membuka masa penawaran 15-21 Agustus 2008, penjatahan 22 Agustus, penyediaan dana di sub registry 25 agustus, dan setelmen hari ini. Rencananya pencatatan di BEI dilakukan besok, 27 agustus.

SBSN yang pertama ini diterbitkan dengan jenis akad ijarah (sale and lease back) dengan waktu jatuh tempo 7 dan 10 tahun, ditujukan untuk semua investor baik institusi maupun perorangan WNA maupun WNI.

SBSN sebenarnya sama dengan surat utang negara (SUN) hanya penerbitannya mengikuti prinsip syariah. Penerbitan SBSN perdana ini telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional.

Nilai nominal per unit SBSN Rp 1.000.000 dengan imbalan berupa sewa yang jumlah pembayarannya bersifat tetap (fixed coupon) yang akan ditentukan pemerintah berdasarkan tingkat penawaran SBSN dan frekuensi pembayaran secara periodik setiap enam bulan sedangkan jumlah emisi akan ditetapkan pemerintah setelah berakhirnya masa bookbuilding.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/26/14553496/peminat.sukuk.melonjak

Tidak ada komentar: