Pengumuman

Untuk memudahkan bagi anda yang membutuhkan jurnal/buku/procedding Ekonomi Syariah, berbentuk pdf, bisa menghubungi Perpustakaan STIE Bisnis Indonesia (STIE BI) Ciputat, Telp. 021-7423390, 7423391 Ext. 101, email:stiebiciputat@yahoo.co.id, dengan Okta/Siti

Senin, 02 Juni 2008

yang profesional dari rumah zakat

Jum'at, 29 September 2006 14:19 WIBReporter : Eriez M RizalBANDUNG--MIOL: Pengelolaan Badan Amil Zakat secara profesional menggunakan manajemen modern, serta penerapan transparansi, dan akuntabilitas, selama ini ditempuh oleh Rumah Zakat Indonesia. Cara tersebut dilakukan agar masyarakat umum benar-benar mempercayai keberadaan lembaga (zakat) tersebut, serta dapat memahami manajemen yang digunakan.Langkah dan cara pengelolaan secara profesional terhadap lembaga zakat sempat dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam suatu acara. Menurut SBY masyarakat harus benar-benar faham dengan cara kerja BAZ, sehingga seluruh elemen yang terkait dengan kegiatan lembaga zakat ini lebih dapat mempercayainya."Realitas penyerapan dana zakat, serta pencanangan yang dilakukan Presiden tentang bulan Zakat, merupakan sebuah tantangan bagi Rumah Zakat Indonesia untuk terus membuat inovasi-inovasi baru agar lembaga ini ke depan dapat menjadi lembaga profesional, serta dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemandirian masyarakat," ujar salah seorang pengurus Rumah Zakat Indonesia, Yesi Mariska Indira, di Bandung, Jumat (29/9).Secara nasional potensi zakat Indonesia per tahun mencapai Rp20 triliun. Hal itu, jelas Yesi, berdasarkan penelitian PIRAC (organosasi sumber daya nirlaba dan independen).Potensi tersebut, belum seluruhnya terserap oleh semua stakeholder zakat di Indonesia, baik lembaga yang memiliki orientasi untuk mengumpulkan, serta mendistribusikannya, maupun para mustahik (penerima zakat) yang memerlukan bantuan dana tersebut.Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada, hanya mampu menyerap 2 dari keseluruhan potensi zakat. Ini jelas sebuah angka yang belum menunjukkan pemberdayaan potensi secara optimal negeri ini untuk bangkit merekonstruksi diri secara mandiri.Hal ini dapat dilihat dari upaya revitalisasi Indonesia pasca krisis multi dimensi maupun bencana nasional, yang begitu banyak mengharapkan atau membutuhkan uluran tangan dari bangsa-bangsa lain.Untuk meningkatkan budaya zakat di masyarakat, Rumah Zakat Indonesia mengimplementasikan dalam rangkaian Road Show kampanye lima Kota, dengan mengambil tajuk 'Gelar Budaya Zakat'.Puncak acara Road Show ini akan digelar di Bandung, Sabtu (30/9), di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Jl. Taman Sari No. 73 Bandung.Tema yang diusung dalam acara ini adalah 'Menuju 20 Triliun Zakat Nasional' menghadirkan Ketua Presidium ICMI Pusat, Marwah Daud Ibrahim, Vice President Bank Permata Syariah, Ismi Kushartanto, Dewan Syariah Nasional Indonesia, Setyawan Budi Utomo, dan Dirjen Pemberdayaan Depsos Gunawan Sumodiningrat.Acara ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi pemberdayaan zakat yang begitu besar, serta layanan Rumah Zakat Indonesia untuk memudahkan transaksi zakat."Tidak hanya pengumpulan dana yang menjadi fokus bahasan, tapi juga bagaiman inovasi program penyaluran dapat lebih ditingkatkan agar senantiasa tepat sasaran," ujar Yesi.Sebagai persembahan lain dari Rumah Zakat Indonesia, acara ini juga akan dimeriahkan penampilan Opick sebagai rangkaian promo tour album terbarunya, Indri AFI Indosiar, Tim Angklung Asmaul Husna SMP 28 Bandung, Heru Herdiana, Ebiet, serta penampilan biola dari Nia Violin. (EM/SG/OL-02).

Tidak ada komentar: