Pengumuman

Untuk memudahkan bagi anda yang membutuhkan jurnal/buku/procedding Ekonomi Syariah, berbentuk pdf, bisa menghubungi Perpustakaan STIE Bisnis Indonesia (STIE BI) Ciputat, Telp. 021-7423390, 7423391 Ext. 101, email:stiebiciputat@yahoo.co.id, dengan Okta/Siti

Selasa, 01 Juli 2008

Agus Edi Sumanto, Semua Orang di Takaful adalah Marketer

Sebagai sebuah institusi yang bergerak dalam bidang layanan jasa, PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) --induk dari PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU),-- memberikan yang terbaik kepada nasabah (pemegang polis) merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan. Sebab, dari sanalah perusahaan akan berjalan dengan baik dan dipercaya masyarakat. Namun, tanpa didukung dengan sistem marketing yang baik, mustahil nasabah akan tertarik dan bergabung menjadi nasabahnya. Istilahnya adalah teamwork.

''Pada prinsipnya, di bidang layanan jasa dan lembaga keuangan, semua orang adalah marketer (pemasar). Baik orang tersebut diduduk di level tertinggi seperti direktur hingga level terbawah seperti office boy. Semuanya adalah marketer dan berlaku serta bersikap sebagai seorang pemasar dalam melayani nasabahnya. Karena tujuannya sama, saling mendukung,'' ujar Agus Edi Sumanto, Direktur Pemasaran ATK.

Menurut Edi yang juga staf pengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini, paradigma tentang marketing yang tugasnya hanya menjual saja. ''Penjual adalah marketer. Padahal, semua orang yang bergerak dalam bidang layanan jasa dan keuangan, adalah marketer melayani nasabah,'' ujarnya.

Orang yang berada di bagian keuangan, kata Edi, adalah seorang marketing yang berfungsi mengadministrasikan premi. Seorang teknik adalah marketing yang bertugas untuk mendesain produk, menyiapkan polis dan meng-handle klaim. Sedangkan orang yang berada di front line (garis depan, agen) adalah orang yang melakukan closing (penutupan). ''Jadi, semuanya memiliki tujuan yang sama untuk kepentingan perusahaan,'' jelas pria yang sempat menduduki posisi sebagai Corporate Strategy STNI ini.

Edi menambahkan, dengan demikian maka akan dihasilkan suatu kinerja yang saling mendukung antara yang satu dengan yang lain. ''Tidak ada lagi yang merasa bahwa pekerjaan itu bukan tugasnya,' paparnya.

Tujuan dari semua itu, lanjutnya, adalah tercapainya target perusahaan. Sebab, hal itu merupakan amanah yang harus dijalankan, sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada perusahaan bersangkutan dan bekerja sesuai dengan yang digariskan agama.

Edi berharap, Takaful sebagai salah satu lembaga keuangan syariah, tidak hanya mengejar profit dari sisi finansial. Tetapi juga adanya pengembangan potensi-potensi yang ada di masyarakat. Karena itu, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya mencanangkan TAA yaitu Takaful Autorized Agent. Ini adalah salah satu proses pemberdayaan masyarakat untuk menjadi enterpreneur di bidang asuransi. ''Bentuknya mirip franchise seperti alfamart dan lain sebagainya,'' jelas Edi.

Dengan konsep ini, kata dia, maka daerah-daerah yang tidak memiliki cabang Takaful, diharapkan akan muncul tenaga-tenaga baru yang siap memasarkan produk asuransi dan menjelaskan pentingnya asuransi bagi diri pribadi, keluarga dan masyarakat sekitarnya. ''Memelihara dan melindungi diri, keluarga dan harta adalah kewajiban bagi setiap orang muslim, khususnya,'' papar alumnus Magister Sain (MSi) dari Universitas Indonesia ini.

(Republika, 31 Juli 2006, Advertorial)

Tidak ada komentar: